ISI KTMA MAN 1 Metro

ISI KTMA

I   Pendahuluan

A.  Latar Belakang

Kurikulum dikembangkan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu. Tujuan tertentu ini meliputi tujuan pendidikan nasional serta kesesuaiannya  dengan kekhasan, kondisi dan potensi daerah ( kearifan lokal daerah ), satuan pendidikan dan kemampuan SDM ( tenaga pendidik dan peserta didik ). Oleh sebab itu kurikulum disusun oleh satuan pendidikan untuk memungkinkan penyesuaian program pendidikan dengan kebutuhan dan potensi yang ada di daerah.

Pengembangan Kurikulum Tingkat Madrasah Aliyah (KTMA/KTSP) yang beragam mengacu pada standar nasional pendidikan untuk menjamin pencapaian tujuan pendidikan nasional. Standar nasional pendidikan terdiri atas standar isi, proses, kompetensi lulusan, tenaga kependidikan, sarana dan prasarana, pengelolaan, pembiayaan dan penilaian pendidikan. Dua dari kedelapan standar nasional pendidikan tersebut, yaitu Standar Isi (SI) dan Standar Kompetensi Lulusan (SKL) merupakan acuan utama bagi satuan pendidikan dalam mengembangkan kurikulum.

Kurikulum Tingkat Madrasah Aliyah (KTMA) disusun antara lain agar dapat memberi kesempatan peserta didik  dalam:

(a) belajar untuk beriman dan bertakwa kepada Allah SWT dengan sebenar-      benarnya,

(b) belajar untuk memahami dan menghayati arti pembelajaran  dan hidup,

(c) belajar untuk mampu melaksanakan dan berbuat secara efektif dan arif,

(d) belajar untuk hidup bersama dan berguna untuk orang lain,

(e)   belajar untuk membangun dan menemukan jati diri melalui proses pembelajaran  yang aktif, kreatif, interaktif, efektif dan menyenangkan (PAIKEM).

(f)     mengembangkan kompetensi/ kecerdasan majemuknya guna menghadapi tantangan/ persaingan dalam menuju ke jenjang pendidikan yang berkualitas/ unggulan , dan

(g)   membekali keterampilan dan penggalian potensi untuk menghadapi tantangan dan kebutuhan masyarakat global.

B.  Landasan

a)     Undang-undang  nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional pasal 36 sampai pasal 38.

b)     Peraturan Pemerintah nomor 19 tahun  2005 tentang Standar Nasional Pendidikan pasal 5 sampai pasal 18 dan pasal 25 sampai pasal 27.

c)      Peraturan Mendiknas nomor 22 Tahun 2006 tentang Standar Isi untuk satuan pandidikan dasar dan menengah.

d)     Peraturan Mendiknas Nomor 23 tahun 2006 tentang Standar Kompetensi Lulusan untuk satuan pandidikan dasar dan menengah.

e)     Peraturan Mendiknas Nomor 24 Tahun 2006 tentang Pelaksanaan Permendiknas Nomor 22 dan Nomor 23 Tahun 2006 untuk satuan pendidikan dasar dan menengah.

f)        Peraturan Menag Nomor 22 Tahun 2008 tentang Kurikulum pendidikan agama pada Madrasah Aliyah.

g)     Panduan Penyusunan KTSP/KTMA jenjang pendidikan dasar dan menengah.

  1. Pengembangan Kurikulum  KTSP/KTMA

Kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu. Oleh sebab itu kurikulum disusun oleh satuan pendidikan untuk memungkinkan penyesuaian program pendidikan dengan kebutuhan dan potensi yang ada di daerah.

Pengembangan KTSP yang beragam mengacu pada standar nasional pendidikan untuk menjamin pencapaian tujuan pendidikan nasional. Pengembangan dan penetapan kurikulum tingkat satuan pendidikan dasar dan menengah ( MA ) memperhatikan panduan kurikulum tingkat satuan pendidikan dasar dan menengah ( MA ) yang disusun BSNP. Satuan pendidikan dapat mengadopsi atau mengadaptasi model kurikulum tingkat satuan pendidikan dasar dan menengah yg disusun oleh BSNP.

Kurikulum satuan pendidikan dasar dan menengah ditetapkan oleh kepala satuan pendidikan dasar dan menengah ( MA ) setelah memperhatikan pertimbangan dari Komite Sekolah atau Komite Madrasah.

Prinsip-Prinsip Pengembangan KTMA/KTSP

  1. Berpusat pada potensi, perkembangan, kebutuhan dan kepentingan peserta didik dan lingkungannya.

Peserta didik memiliki posisi sentral ( subyek ) untuk mengembangkan kompetensi dan kecerdasannya agar menjadi manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Allah SWT, berakhlakul karimah, berilmu, sehat, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab.  Untuk mendukung tercapainya tujuan tersebut, pengembangan kompetensi peserta didik disesuaikan dengan potensi, perkembangan, kebutuhan, dan kepentingan peserta didik serta tuntutan lingkungan.

  1. Beragam dan terpadu.

Kurikulum dikembangkan dengan memperhatikan keragaman karakteristik perserta didik, kondisi daerah, dan jenjang serta jenis pendidikan tanpa membedakan agama, suku, budaya, adat istiadat, status sosial ekonomi dan gender. Kurikulum meliputi substansi komponen muatan wajib kurikulum, muatan lokal, dan pengembangan diri secara terpadu, serta disusun dalam keterkaitan dan berkesinambungan yang bermakna dan tepat antar subtansi.

  1. Tanggap terhadap perkembangan ilmu pengetahuan,teknologi dan seni.

Kurikulum dikembangkan atas dasar kesadran bahwa ilmu pengetahuan, teknologi dan seni berkembang secara dinamis, oleh karena itu semangat dan isi kurikulum mendorong peserta didik untuk mengikuti dan memanfaatkan secara tepat perkembengan ilmu pengetahuan, teknlogi, dan seni.

  1. Relevan dengan kebutuhan kehidupan

Pengembangan kurikulum dilakukan dengan melibatkan pemangku kepentingan ( stakeholders )  untuk menjamin relevansi pendidikan  dengan kebutuhan kehidupan, termasuk di dalamnya kehidupan kemasyarakatan, dunia usaha, dan dunia kerja.  Oleh karena itu, pengembangan keterampilan pribadi, keterampilan berfikir, keterampilan social, keterampilan akademik, dan keterampilan vokasional merupakan suatu keniscayaan.

  1. Menyeluruh dan berkesinambungan

Substansi kurikulum mencakup keseluruhan  dimensi kompetensi, bidang kajian keilmuan dan mata pelajaran yang direncanakan dan disajikan secara berkesinambungan antar semua jenjang pendidikan.

  1. Belajar sepanjang hayat

Kurikulum diarahkan  kepada proses pengembangan, pembudayaan, dan pemberdayaan peserta didik yang berlangsung sepanjang hayat.  Kurikulum mencerminkan keterkaitan antara unsure-unsur pendidikan formal, informal dan non formal dengan memperhatikan kondisi dan tuntutan lingkungan yang selalu berkembang serta arah pengembangan manusia seutuhnya.

  1. Seimbang antara kepentingan nasional dan kepentingan daerah.

Kurikulum dikembangkan dengan memperhatikan kepentingan nasional dan kepentingan daerah untuk membangun kehhidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.  Kepentingan nasional dan kepentingan daerah harus saling mengisi dan memberdayakan, sejalan dengan motto negara Bhineka Tunggal Ika dalam kerangka Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Prinsip Pelaksanaan Kurikulum
Dalam pelaksanaan kurikulum di setiap satuan pendidikan menggunakan prinsip-prinsip sebagai berikut.

a.       Pelaksanaan kurikulum didasarkan pada potensi, perkembangan dan kondisi peserta didik untuk menguasai kompetensi yang berguna bagi dirinya. Dalam hal ini peserta didik harus mendapatkan pelayanan pendidikan yang bermutu, serta memperoleh kesempatan untuk mengekspresikan dirinya secara bebas, dinamis dan menyenangkan.

b.      Kurikulum dilaksanakan dengan menegakkan kelima pilar belajar, yaitu: (a) belajar untuk beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, (b) belajar untuk memahami dan menghayati, (c) belajar untuk mampu melaksanakan dan berbuat secara efektif, (d) belajar untuk hidup bersama dan berguna bagi orang lain, dan (e) belajar untuk membangun dan menemukan jati diri, melalui proses pembelajaran yang aktif, interaktif, kreatif, efektif, dan menyenangkan ( PAIKEM ).

c.       Pelaksanaan kurikulum memungkinkan peserta didik mendapat pelayanan yang bersifat perbaikan, pengayaan, dan/atau percepatan sesuai dengan potensi, tahap perkembangan, dan kondisi peserta didik dengan tetap memperhatikan keterpaduan pengembangan pribadi peserta didik yang berdimensi ke-Tuhanan, keindividuan, kesosialan, dan moral.

d.      Kurikulum dilaksanakan dalam suasana hubungan peserta didik dan pendidik yang saling menerima dan menghargai, akrab, terbuka, dan hangat, dengan prinsip tut wuri handayani, ing madia mangun karsa, ing ngarsa sung tulada (di belakang memberikan daya dan kekuatan, di tengah membangun semangat dan prakarsa, di depan memberikan contoh dan teladan).

e.       Kurikulum dilaksanakan dengan menggunakan pendekatan multistrategi dan multimedia, sumber belajar dan teknologi yang memadai, dan memanfaatkan lingkungan sekitar sebagai sumber belajar, dengan prinsip alam takambang jadi guru (semua yang terjadi, tergelar dan berkembang di masyarakat dan lingkungan sekitar serta lingkungan alam semesta dijadikan sumber belajar, contoh dan teladan).

f.        Kurikulum dilaksanakan dengan mendayagunakan kondisi alam, sosial dan budaya serta kekayaan daerah untuk keberhasilan pendidikan dengan muatan seluruh bahan kajian secara optimal.

g.       Kurikulum yang mencakup seluruh komponen kompetensi mata pelajaran, muatan lokal dan pengembangan diri diselenggarakan dalam keseimbangan, keterkaitan, dan kesinambungan yang cocok dan memadai antarkelas dan jenis serta jenjang pendidikan.

II    PROFIL MAN 1 METRO

A. IDENTITAS MADRASAH

1.  Nama Madrasah                        :  MAN 1 METRO LAMPUNG TIMUR

2.  Nomor Statistik Madrasah      : 31.1.18.02.07.001

3.  Alamat

a.  Jalan                                       :  Kampus 38B

b.  Kelurahan/ Desa                 :  Banjarrejo

c.  Kecamatan                           :  Batanghari

d.  Kabupaten                            :  Lampung Timur

e.  Propinsi                                 :  Lampung

f.  Nomor Telephon/Fax          : ( 0725 ) 44756

g.  Kode Pos                              : 48431

4.  Madrasah didirikan Tahun     : 1981

5.  Status Madrasah                       : Negeri

6.  a.  Jenjang  Akreditasi             : Terakreditasi  B ( Baik )

b.  SK, Nomor/Tgl/Bln/Thn     :  BAP Propinsi Lampung,

7.  Waktu Pembelajaran                : Pagi / Sore / Malam  ( Boarding School )

8.  Piagam Pendirian

a.  SK Pendirian  dari               :  Menteri Agama RI

b.  Nomor / Tgl / Bln /Thn        :   17 Tahun  1978   /    30 Nopember 1978


B. SEJARAH BERDIRINYA MAN 1 METRO

MAN 1 Metro Lampung Timur berdiri sejak tahun 1968, mula-mula Madrasah ini bernama Sekolah Persiapan Institut Agama Islam Negeri (SPIAIN) Metro. Madrasah ini berdiri atas semangat masyarakat muslim Lampung Tengah untuk memiliki sekolah setaraf SLTA yang bercirikan  khas Agama Islam.

Tahun 1970, Madrasah ini berubah menjadi Madrasah Aliyah Agama Islam Negeri (MAAIN) Persiapan, dengan menginduk ke MAAIN Tanjung Karang yang sekarang berubah menjadi MAN 1 Bandar Lampung.

Tahun 1978, Madrasah ini berubah menjadi Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Metro Lampung Tengah, berdasarkan SK Menteri Agama RI Nomor :Tanggal 30 Nopember 1978.

Tahun 1982, masa kepemimpinan Hi. SANURI, BA, MAN Metro mampu membeli sebidang tanah seluas 1000 m2 dan mendirikan bangunan di atasnya. Sehingga pada tahun 1983, MAN Metro pindah ke lokasi dari MIN Metro ke lokasi yang baru di Desa Banjarrejo 38B Batanghari Kabupaten Lampung Tengah.

Tahun 1992, masa kepemimpinan MACHRUDI, MAN 1 Metro Lampung Tengah mengembangkan pola pendidikan Boarding School yang diberi nama Madrasah Aliyah Kelas Khusus (MAKK). Semua siswa yang masuk seleksi MAKK wajib tinggal di asrama (pondok). MAKK ini lahir atas dasar pemikiran agar  kemampuan siswa/siswi MAN 1 Metro dapat belajar lebih intensif dan  bersaing dengan sekolah lain serta  alumni MAN 1 Metro dapat lebih banyak untuk  masuk ke Perguruan Tinggi Favorit, baik di dalam maupun di luar negeri . Atas dasar itulah, maka MAN 1 Metro Lampung Tengah mengembangkan pola pendidikan boarding school sampai sekarang.

Tahun 1999, Kabupaten Lampung Tengah diadakan pemekaran wilayah pemerintahan menjadi  Kabupaten Lampung Tengah, Lampung Timur dan Kota Metro,  maka MAN 1 Metro Lampung Tengah masuk dalam wilayah Kecamatan Batanghari Kabupaten Lampung Timur, sehingga menjadi MAN 1 Metro Lampung Timur..

Tahun 2005, pada masa kepemimpinan Drs. H. MOH. LUTHFIE’ AZIZ HF, MAKK ( Boarding School )  MAN 1 Metro mendapatkan piagam  pendirian Pondok Pesantren dengan nama  Pondok Modern AL-KAHFI Banjarrejo. Pemberian piagam  pondok pesantren ini dengan harapan  agar kelas asrama ( Boarding School ) yang ada di MAN 1 Metro Lampung Timur lebih mendapat dukungan dan perhatian dari masyarakat, pemerintah daerah dan pemerintah pusat serta perguruan tinggi favorit dalam penjaringan siswa berprestasi dan fasilitas penunjang kegiatan pembelajaran.

C. VISI, MISI DAN TUJUAN MADRASAH

Kurikulum Madrasah disusun oleh satuan pendidikan untuk memungkinkan penyesuaian program pendidikan dengan kebutuhan dan potensi yang ada di sekolah/madrasah. Sekolah/madrasah sebagai unit penyelenggara pendidikan juga harus memperhatikan perkembangan dan tantangan masa depan. Perkembangan dan tantangan itu misalnya menyangkut: (1) perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, (2) globalisasi yang memungkinkan sangat cepatnya arus perubahan dan mobilitas antar dan lintas sektor serta tempat, (3) era informasi, (4) pengaruh globalisasi terhadap perubahan perilaku dan moral manusia, (5) berubahnya kesadaran masyarakat dan orang tua terhadap pendidikan, (6) dan era perdagangan bebas.

Tantangan sekaligus peluang itu harus direspon oleh sekolah kami, sehingga visi sekolah diharapkan  sesuai dengan arah perkembangan tersebut. Visi tidak lain merupakan citra moral yang menggambarkan profil sekolah yang diinginkan di masa datang. Namun demikian, visi sekolah harus tetap dalam koridor kebijakan pendidikan nasional. Visi juga harus memperhatikan dan mempertimbangkan (1) potensi yang dimiliki sekolah/madrasah, (2) harapan masyarakat yang dilayani sekolah/madrasah.

Dalam merumuskan visi, pihak-pihak yang terkait (stakeholders)  bermusyawarah, sehingga visi sekolah mewakili aspirasi berbagai kelompok yang terkait, sehingga seluruh kelompok yang terkait (guru, karyawan, siswa, orang tua, masyarakat, pemerintah) bersama-sama berperan aktif untuk mewujudkannya.

Visi pada umumnya dirumuskan dengan kalimat: (1) filosofis, (2) khas, (3) mudah diingat. Berikut ini merupakan visi yang dirumuskan oleh madrasah kami, MAN 1 Metro Lampung Timur.

VISI MAN 1 METRO LAMPUNG TIMUR

Terwujudnya  Siswa  MAN 1  Metro    yang  Berakhlakul  Karimah dan           Unggul  dalam  Prestasi

Kami memilih visi ini untuk tujuan jangka panjang, jangka menengah dan jangka pendek. Visi ini menjiwai warga madrasah kami untuk selalu mewujudkannya setiap saat dan berkelanjutan dalam mencapai tujuan madrasah.

Visi tersebut mencerminkan profil dan cita-cita madrasah yang:

a.      berorientasi ke depan dengan memperhatikan potensi kekinian

b.      sesuai dengan norma dan harapan masyarakat

c.      ingin mencapai keunggulan

d.      mendorong semangat dan komitmen seluruh warga madrasah

e.      mendorong adanya perubahan yang lebih baik

f.        mengarahkan langkah-langkah strategis (misi) madrasah

Untuk mencapai visi tersebut, perlu dilakukan suatu misi berupa kegiatan jangka panjang dengan arah yang jelas. Berikut ini merupakan misi yang dirumuskan berdasarkan visi di atas.

MISI MAN 1 METRO LAMPUNG TIMUR

”Disiplin  Dalam  Kerja, Mewujudkan Manajemen Kekeluargaan, Kerjasama, Pelayanan Prima Dengan Meningkatkan Silaturahmi                   ( Ukhuwah Islamiyah )”

Di setiap kerja komunitas pendidikan, kami selalu menumbuhkan disiplin sesuai aturan bidang kerja masing-masing, saling menghormati dan saling percaya dan tetap menjaga hubungan kerja yang harmonis dengan berdasarkan pelayanan prima, kerjasama, dan silaturahmi. Penjabaran misi di atas meliputi:

1.      Melaksanakan pembelajaran dan bimbingan secara efektif sehingga setiap siswa berkembang secara optimal, sesuai dengan potensi yang dimiliki.

2.      Menumbuhkan semangat keunggulan secara intensif kepada seluruh warga sekolah.

3.      Mendorong dan membantu setiap siswa untuk mengenali potensi dirinya, sehingga dapat berkembang secara optimal.

4.      Menumbuhkan dan mendorong keunggulan dalam penerapan ilmu pengetahuan, teknologi dan seni.

5.      Menumbuhkan penghayatan dan pengamalan terhadap ajaran agama Islam serta budaya bangsa yang baik sehingga terwujud siswa yang kompeten.

6.      Menciptakan lulusan yang berkualitas, berprestasi, berakhlak tinggi, dan bertaqwa pada Allah SWT.

MOTTO

” MAN 1 METRO MENCERDASKAN DAN BERAKHLAKUL KARIMAH

TUJUAN MAN 1 METRO LAMPUNG TIMUR

Misi merupakan kegiatan jangka panjang yang masih perlu diuraikan menjadi beberapa kegiatan yang memiliki tujuan lebih detil dan lebih jelas. Berikut ini jabaran tujuan yang diuraikan dari visi dan misi di atas.

Tujuan sekolah kami merupakan jabaran dari visi dan misi sekolah agar   komunikatif dan bisa diukur sebagai berikut:

1.      Unggul dalam kegiatan keagamaan dan kepedulian sosial.

2.      Unggul dalam disiplin, belajar  dan tanggung jawab.

3.      Unggul dalam prestasi perolehan nilai UN.

4.      Unggul dalam persaingan masuk ke Perguruan Tinggi Favorit.

5.      Unggul dalam penguasaan  ilmu agama, pengetahuan dan teknologi.

6.      Unggul dalam kegiatan Ekstrakurikuler, seperti  Lomba Olimpiade/LCT, Olah raga, Kesenian, PMR, Paskibra, Pramuka, dan Seni Baca Tulis Al-Qur’an.

7.      Unggul dalam kebersihan dan keindahan  madrasah.

Tujuan sekolah kami tersebut secara bertahap akan dimonitoring, dievaluasi, dan dikendalikan setiap kurun waktu tertentu, untuk mencapai Standar Kompetensi Lulusan (SKL) tingkat SMA/MA yang dibakukan secara nasional, sebagai berikut:

1.      Meyakini, memahami, dan mengamalkan syariat agama Islam dalam kehidupan sehari-hari.

2.      Memahami dan menjalankan hak dan kewajiban untuk berkarya dan memanfaatkan lingkungan secara bertanggung jawab.

3.      Berpikir secara logis, kritis, kreatif, inovatif dalam memecahkan masalah, serta berkomunikasi melalui berbagai media.

4.      Menyenangi dan menghargai seni yang Islami.

5.      Menjalankan pola hidup bersih, teratur, bugar, dan sehat.

6.      Berpartisipasi dalam masyarakat sebagai cerminan rasa cinta dan bangga terhadap bangsa dan tanah air.

PROFIL GURU MAN 1 METRO

1.      Memiliki wawasan dan pengetahuan yang luas serta profesionalisme yang tinggi.

2.      Mampu mengoperasikan komputer aktif untuk program microsoft word,  excel, dan power point .

3.      Kreatif, dinamis dan inovatif dalam pengembangan ilmu pengetahuan

4.      Bersikap dan berperilaku jujur, amanah dan berakhlak mulia

5.      Berdisiplin tinggi dan selalu mematuhi kode etik guru

6.      Memiliki kemampuan penalaran dan ketajaman berfikir ilmiah yang tinggi

7.      Memiliki kesadaran yang tinggi di dalam bekerja yang didasari dengan niat beribadah kepada Allah SWT

8.      Berwawasan luas dan bijak dalam menghadapi dan menyelesaikan masalah.

9.      Mempunyai kepedulian dan kesalehan sosial dalam  kehidupan dan kemasyarakatan

PROFIL PEGAWAI  MAN 1 METRO

1.   Bersikap dan berperilaku jujur, amanah, disiplin dan berakhlak mulia.

2.       Memiliki profesionalisme yang tinggi dalam melaksanakan tugas keadministrasian dan mencintai pekerjaan.

3.      Berorientasi pada kualitas pelayanan.

4. Cermat, cepat, tepat dan ekonomis dalam pengambilan keputusan dan  pelaksanaan tugas.

5.  Selalu mendahulukan kepentingan bersama di atas kepentingan pribadi.

6.  Sopan dalam ucapan dan perbuatan.

7.      Memiliki kesadaran yang tinggi di dalam bekerja yang didasari dengan niat beribadah kepada Allah SWT

PROFIL SISWA MAN 1 METRO

Selanjutnya, atas keputusan bersama guru dan siswa, SKL tersebut lebih kami rinci sebagai profil siswa MAN 1 Metro sebagai berikut:

1.      Mampu menampilkan kebiasaan sopan santun dan berbudi pekerti sebagai cerminan akhlak mulia dan iman taqwa serta menjadi contoh di  masyarakat dalam mendakwahkan ajaran Islam .

2.      Mampu berbahasa Inggris dan arab.

3.      Mampu mengaktualisasikan diri dalam berbagai seni dan olah raga, sesuai pilihannya.

4.      Mampu mendalami cabang pengetahuan yang dipilih.

5.      Mampu mengoperasikan komputer aktif untuk program microsoft word,  excel, dan power point .

6.      Mampu melanjutkan ke PT/Universitas terbaik sesuai pilihannya melalui pencapaian target pilihan yang ditentukan sendiri.

7.      Mampu bersaing dalam mengikuti berbagai kompetisi akademik dan non akademik di tingkat kecamatan, kabupaten/kota, propinsi, dan nasional.

8. Mampu memiliki kecakapan hidup personal, sosial, environmental dan pra-vocasional.

D. PROGRAM PENGEMBANGAN MADRASAH

Pada dasarnya strategi pencapaian tujuan yang dirumuskan dalam bentuk  jangka panjang ( 10 tahun ),  menengah ( 5 tahun )  dan program tahunan yang dibuat dalam rangka mewujudkan visi, misi, dan tujuan MAN 1 Metro Lampung Timur menjadi madrasah yang berkualitas dan terakui.

Visi dan misi serta tujuan yang disusun MAN 1 Metro merupakan gambaran  arah strategis pengembangan MAN 1 Metro secara bertahap dan berkesinambungan , dengan grafik yang tergambar berikut :

Grafik Rencana Pencapaian Tujuan

2017 – 2018

2015 – 2016

2013 – 2014

2011 – 2012

2010 – 2011

Fis I &            Fis II &          Akademik     Mutu            Pengakuan

Akademik     Akademik     & Fis III         Lulusan       ( Top One )

E. DATA PERKEMBANGAN SISWA

N0 KELAS 2007/2008 2008/2009 2009/2010 2010/2011
Lk Pr Jlh Lk Pr Jlh Lk Pr Jlh Lk Pr Jlh
1 X ( Umum ) 96 156 252 88 168 256 120 188 308
2 XI.IPA 32 78 110 44 78 122 26 92 118
3 XI.IPS 44 80 124 42 80 122 50 70 120
4 XI.IAI
5 XII.IPA 30 78 108 32 76 108 35 97 132
6 XII.IPS 46 90 136 42 78 120 15 70 85
JUMLAH 248 482 730 248 480 728 246 517 763


F. KEADAAN TENAGA PENDIDIK DAN KEPENDIDIKAN

NO STATUS GURU DAN PEGAWAI PENDIDIKAN JENIS KELAMIN JMLH
SLTA D1/D2/D3 S1 S2 L P
1 Guru PNS DEPAG 29 9 24 14 38
2 Guru DPK 4 1 3 4
3 Guru Tidak Tetap 2 10 6 6 12
4 Pegawai PNS 3 3 3
5 Pegawai Tidak Tetap 3 2 1 2 4 6
JUMLAH 6 4 44 5 36 27 63

G. DATA GURU

NO MATA PELAJARAN JLH JLH JENJANG PENDIDIKAN KET
LK PR D3 S1 S2 Sesuai Tak  

Sesuai

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10
1 Al-Qur’an Hadist 3 3 3 3
2 Fiqih 3 3 3 3
3 Aqidah Akhlak 3 3 3 3
4 SKI 2 2 2 2
5 Bahasa Arab 4 4 2 2 4
6 PKn 1 1 2 1 1 2
7 Bahasa Indonesia 1 3 4 4 4
8 Bahasa Inggris 3 2 5 3 2 5
9 Matematika 4 4 4 4
10 Fisika 2 1 3 2 1 3
11 Kimia 2 1 3 2 1 3
12 Biologi 1 2 3 3 3
13 Ekonomi 1 1 2 2 2
14 Geografi 1 1 2 2 2
15 Sosiologi 2 2 1 1 2
16 Sejarah 1 1 2 1 1 1 1
17 Penjaskes 3 3 3 2 1
18 Komputer 1 1 2 2 2
19 Seni Budaya 1 1 1 1
JUMLAH 34 19 53 2 42 9 48 5

H. PELATIH EKSTRA KURIKULER DAN PENGEMBANGAN DIRI

NO MATA PELAJARAN JLH JLH JENJANG PENDIDIKAN KET
LK PR D3 S1 S2 Sesuai Tak  

Sesuai

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10
1 Seni Baca Al-Qur’an 1 1 v
2 KIR 1 1 1 v
3 LCT/ Olimpiade 3 2 5 3 2 v
4 Sepak Bola 1 1 1 v
5 Bola Volley 1 1 1 v
6 Pencak Silat 1 1 2 v
7 Tenis Meja 1 1 1 v
8 Pramuka 1 1 2 2 v
9 Tari 1 1 v
10 Futsal 1 1 1 v
11 Bulu Tangkis 1 1 1 v


III.   STRUKTUR DAN MUATAN KURIKULUM

A.  Struktur Kurikulum

Struktur Kurikulum  MA

Struktur kurikulum  MA meliputi substansi pembelajaran yang ditempuh dalam satu jenjang pendidikan selama tiga tahun mulai Kelas X sampai dengan Kelas XII. Struktur kurikulum disusun berdasarkan standar kompetensi lulusan dan standar kompetensi mata pelajaran.

Pengorganisasian kelas-kelas pada  MA dibagi ke dalam dua kelompok, yaitu kelas X merupakan program umum yang diikuti oleh seluruh peserta  didik, dan kelas XI dan XII merupakan program penjurusan yang terdiri atas dua program: Program Ilmu Pengetahuan Alam dan Program Ilmu Pengetahuan Sosial.

a. Kurikulum MA Kelas X

1) Kurikulum MA Kelas X terdiri atas 16 mata pelajaran, muatan lokal, dan pengembangan diri seperti tertera pada Tabel 4.

Muatan lokal merupakan kegiatan kurikuler untuk mengembangkan kompetensi yang disesuaikan dengan ciri khas dan potensi daerah, termasuk keunggulan daerah, yang materinya tidak dapat dikelompokkan ke dalam mata pelajaran yang ada. Substansi muatan lokal ditentukan oleh satuan pendidikan.

Pengembangan diri bukan merupakan mata pelajaran yang harus diasuh oleh guru. Pengembangan diri bertujuan memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk mengembangkan dan mengekspresikan diri sesuai dengan kebutuhan, bakat, dan minat setiap peserta didik sesuai dengan kondisi sekolah. Kegiatan pengembangan diri difasilitasi dan atau dibimbing oleh konselor, guru, atau tenaga kependidikan yang dapat dilakukan dalam bentuk kegiatan ekstrakurikuler. Kegiatan pengembangan diri dilakukan melalui kegiatan pelayanan konseling yang berkenaan dengan masalah diri pribadi dan kehidupan sosial, belajar, dan pengembangan karir peserta didik.

2) Jam pembelajaran untuk setiap mata pelajaran dialokasikan  sebagaimana tertera dalam struktur kurikulum. Satuan pendidikan dimungkinkan menambah maksimum empat jam pembelajaran per minggu secara keseluruhan.

3)   Alokasi waktu satu jam  pembelajaran adalah 45 menit.

4)   Minggu efektif dalam satu tahun pelajaran (dua semester) adalah 34-38 minggu.

Struktur kurikulum  MA Kelas X disajikan pada Tabel 4
Tabel 4. Struktur Kurikulum  MA Kelas X

Komponen

Jumlah Jam
Semester 1 Semester 2
A.   Mata Pelajaran
1.     Pendidikan Agama 

a.      Al-Qur’an Hadist

b.      Aqidah Akhlak

c.      Fiqih

d.      SKI

2

2

2

2

2.     Pendidikan Kewarganegaraan 2 2
3.     Bahasa  Indonesia 4 4
4.     Bahasa Inggris 4 4
5.     Bahasa Arab 2 2
6.     Matematika 4 4
7. Fisika 3 3
8. Biologi 2 2
9. Kimia 2 2
10. Ekonomi 2 2
11.  Sosiologi 2 2
12.  Geografi 2 2
13.  Sejarah 2 2
14. Seni Budaya 1 1
15. Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan 2 2
16.     Teknologi Informasi dan    Komunikasi 2 2
B.   Muatan Lokal / Pendalaman Al – Qur’an 2 2
C.   Pengembangan Diri 2*) 2*)

Jumlah

44 44

2*) Ekuivalen 2 jam pembelajaran

 

b. Kurikulum  Kelas XI dan XII

1)  Kurikulum MA Kelas XI dan XII Program IPA, Program IPS, Program Bahasa, dan Program Keagamaan  terdiri atas 13 mata pelajaran, muatan lokal, dan pengembangan diri. Kurikulum tersebut secara berturut-turut disajikan pada Tabel 5, 6, 7, dan 8.

Muatan lokal merupakan kegiatan kurikuler untuk mengembangkan kompetensi yang disesuaikan dengan ciri khas dan potensi daerah, termasuk keunggulan daerah, yang materinya tidak dapat dikelompokkan ke dalam mata pelajaran yang ada. Substansi muatan lokal ditentukan oleh satuan pendidikan.

Pengembangan diri bukan merupakan mata pelajaran yang harus diasuh oleh guru. Pengembangan diri bertujuan memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk mengembangkan dan mengekspresikan diri sesuai dengan kebutuhan, bakat, dan minat setiap peserta didik sesuai dengan kondisi sekolah. Kegiatan pengembangan diri difasilitasi dan atau dibimbing oleh konselor, guru, atau tenaga kependidikan yang dapat dilakukan dalam bentuk kegiatan ekstrakurikuler. Kegiatan pengembangan diri dilakukan melalui kegiatan pelayanan konseling yang berkenaan dengan masalah diri pribadi dan kehidupan sosial, belajar, dan pengembangan karir peserta didik.

2) Jam pembelajaran untuk setiap mata pelajaran dialokasikan  sebagaimana tertera dalam struktur kurikulum. Satuan pendidikan dimungkinkan menambah maksimum empat jam pembelajaran per minggu secara keseluruhan.

3)     Alokasi waktu satu jam  pembelajaran adalah 45 menit.

4)     Minggu efektif dalam satu tahun pelajaran (dua semester) adalah 34-38 minggu.
Tabel 5. Struktur Kurikulum SMA/MA Kelas XI dan XII program IPA

Komponen

Alokasi Waktu
Kelas XI Kelas XII
Smt 1 Smt 2 Smt 1 Smt 2
A.   Mata Pelajaran 

1.      Pendidikan Agama

a.   Al-Qur’an Hadist

b.   Aqidah Akhlak

c.    Fiqih

d.   SKI

Fiqih

 

2

2

2

 

2

2

2

 

2

2

2

 

2

2

2

2.      Pendidikan Kewarganegaraan 2 2 2 2
3.      Bahasa Indonesia 4 4 4 4
4.      Bahasa Inggris 4 4 4 4
5.      Bahasa Arab 2 2 3 3
6.      Matematika 4 4 4 4
7.      Fisika 4 4 5 5
8.      Kimia 4 4 4 4
9.      Biologi 4 4 4 4
10. Sejarah 2 2 2 2
11. Seni Budaya 2 2 2 2
12. Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan 2 2 2 2
13. Teknologi Informasi dan Komunikasi 2 2 2 2
14. Keterampilan/ Bahasa Asing 2 2 2 2
B.  Muatan Lokal 2 2 2 2
C.  Pengembangan Diri 2*) 2*)

Jumlah

46 46 48 48

2*) Ekuivalen 2 jam pembelajaran
Tabel 6. Struktur Kurikulum SMA/MA Kelas XI dan XII program IPS

Komponen

Alokasi Waktu
Kelas XI Kelas XII
Smt 1 Smt 2 Smt 1 Smt 2
A.  Mata Pelajaran 

1.      Pendidikan Agama

a.  Al-Qur’an Hadist

b.  Aqidah Akhlak

c.     Fiqih

d.    SKI

 

 

2

2

2

 

2

2

2

 

2

2

2

 

2

2

2

B.     Pendidikan Kewarganegaraan 2 2 2 2
C.    Bahasa Indonesia 4 4 4 4
D.    Bahasa Inggris 4 4 4 4
E.     Matematika 4 4 4 4
F.     Sejarah 3 3 3 3
G.    Geografi 4 4 4 4
H.     Ekonomi 4 4 6 6
I.         Sosiologi 4 4 4 4
J.      Seni Budaya
K.     Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan 2 2 2 2
L.      Teknologi Informasi dan Komunikasi 2 2 2 2
M.    Keterampilan/Bahasa Asing
B.  Muatan Lokal 2 2 2 2
C.  Pengembangan Diri 2*) 2*) 2*) 2*)

Jumlah

46 46 48 48

2*) Ekuivalen 2 jam pembelajaran

B.  Muatan Kurikulum

Muatan kurikulum MA/SMA meliputi sejumlah mata pelajaran yang ditempuh dalam satu jenjang pendidikan selama tiga tahun mulai Kelas X sampai dengan Kelas XII. Materi muatan lokal dan kegiatan pengembangan diri merupakan bagian dari muatan kurikulum.

1.  Mata Pelajaran

Mata pelajaran merupakan materi bahan ajar berdasarkan landasan keilmuan yang akan dibelajarkan kepada peserta didik sebagai beban belajar melalui metode dan pendekatan tertentu.

Pada bagian ini sekolah/madrasah mencantumkan mata pelajaran, muatan lokal, dan pengembangan diri beserta alokasi waktunya yang akan diberikan kepada peserta didik.

Untuk kurikulum MAN 1 METRO LAMPUNG TIMUR, terdiri dari 16 mata pelajaran, muatan lokal, dan pengembangan diri yang harus diberikan kepada peserta didik.

Berikut disajikan Struktur Kurikulum MAN 1 METRO LAMPUNG TIMUR

Sekolah/madrasah dimungkinkan menambah maksimum empat jam pembelajaran per minggu secara keseluruhan sesuai dengan   kebutuhan peserta didik dalam mencapai kompetensi, dan /atau dimanfaatkan untuk mata pelajaran lain yang dianggap penting dengan mengungkapkan beberapa alasannya. Misalnya Komputer sebagai bagian dari Muatan Lokal pada struktur di atas, merupakan penambahan dari mata pelajaran Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK).

Selain itu, perlu juga ditegaskan, bahwa:

o       Alokasi waktu satu jam  pembelajaran adalah 45 menit

o       Minggu efektif dalam satu tahun pelajaran (dua semester) adalah 34-38 minggu.

Di sekolah kami, MAN 1 METRO, terdapat program intra kurikuler seperti tabel di atas dan juga ekstra kurikuler yang dikembangkan dalam program Pengembangan Diri. Waktu belajar di sekolah kami dimulai dari pukul 7.15 pagi hingga pukul 13.40. Khusus hari Senin  dan Jum’at masuk pukul 07.00 karena ada kegiatan upacara dan senam pagi. Pada hari Sabtu, digunakan untuk program ekstra kurikuler. Khusus hari Jum’at,  bubar kelas pukul 11.30 dilanjutkan sholat Jum’at berjama’ah.

2.  Muatan Lokal

Muatan lokal merupakan kegiatan kurikuler untuk mengembangkan kompetensi yang disesuaikan dengan ciri khas dan potensi daerah, termasuk keunggulan daerah, yang materinya tidak sesuai menjadi bagian dari mata pelajaran lain dan atau terlalu banyak sehingga harus menjadi mata pelajaran tersendiri. Substansi muatan lokal ditentukan oleh sekolah, tidak terbatas pada mata pelajaran seni-budaya dan keterampilan, tetapi juga mata pelajaran lainnya, seperti Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) di MA. Muatan lokal merupakan mata pelajaran, sehingga sekolah harus mengembangkan Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar untuk setiap jenis muatan lokal yang diselenggarakan. Sekolah dapat menyelenggarakan satu mata pelajaran muatan lokal setiap semester, atau dua mata pelajaran muatan lokal dalam satu tahun.

Muatan lokal yang menjadi ciri khas MA (Provinsi Lampung) dan diterapkan di sekolah kami adalah:

Wajib bagi semua siswa kelas X hingga kelas XII. Alokasi waktu 2 jam pelajaran.

–         Pendalaman dan Baca Tulis Al-Qur’an.

–         Praktikum Bahasa Inggris selama 2 jam pelajaran (setara 1 jam pelajaran tatap muka)

3.  Kegiatan Pengembangan Diri

Pengembangan diri adalah kegiatan yang bertujuan memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk mengembangkan dan mengekspresikan diri sesuai dengan kebutuhan, bakat, minat, setiap peserta didik sesuai dengan kondisi sekolah. Kegiatan pengembangan diri di bawah bimbingan konselor, guru, atau tenaga kependidikan yang dapat dilakukan dalam bentuk kegiatan ekstrakurikuler. Kegiatan pengembangan diri dapat dilakukan antara lain melalui kegiatan pelayanan konseling yang berkenaan dengan masalah diri pribadi dan kehidupan sosial, belajar, dan pengembangan karier peserta didik serta kegiatan ekstrakurikuler, seperti kepramukaan, kepemimpinan, kelompok seni-budaya, kelompok tim olahraga, dan kelompok ilmiah remaja.

Pengembangan Diri di sekolah meliputi program berikut

–         Bimbingan Karir (BK)

–         Kelompok Ilmiah Remaja (KIR)

–         Rohani Islam ( Rohis )

–         Pramuka

–         Paskibra

–         Kesenian (Seni Tari)

–         Olah raga (Basket, Futsal, Voli, Tenis Meja, )

–         Palang Merah Remaja (PMR)

–         Pencak Silat

–         Teater

Pada umumnya, program tersebut dilaksanakan 1 x dalam seminggu pada hari sabtu. Khusus untuk Rohani Islam dilaksanakan tiap hari pada pagi hari dalam bentuk Tadarussan dan hari Jum’at ba’da shalat Jumat.

4.  Pengaturan Beban Belajar

Beban belajar ditentukan berdasarkan penggunaan sistem pengelolaan program pendidikan yang berlaku di sekolah pada umumnya saat ini, yaitu menggunakan sistem Paket. Adapun pengaturan beban belajar pada sistem tersebut sebagai berikut.

a.  Jam pembelajaran untuk setiap mata pelajaran pada sistem paket dialokasikan sebagaimana tertera dalam struktur kurikulum. Pengaturan  alokasi waktu untuk setiap mata pelajaran yang terdapat pada semester ganjil dan genap dalam satu tahun ajaran dapat dilakukan secara fleksibel dengan jumlah beban belajar yang tetap. Satuan pendidikan dimungkinkan menambah maksimum empat jam pembelajaran per minggu secara keseluruhan. Pemanfaatan jam pembelajaran tambahan mempertimbangkan kebutuhan peserta didik dalam mencapai kompetensi, di samping dimanfaatkan untuk mata pelajaran lain yang dianggap penting dan tidak terdapat di dalam struktur kurikulum yang tercantum di dalam Standar Isi.

b. Alokasi waktu untuk penugasan terstruktur dan kegiatan mandiri tidak terstruktur dalam sistem paket untuk SMA/MA adalah antara 0% – 50% dari waktu kegiatan tatap muka mata pelajaran yang bersangkutan. Pemanfaatan alokasi waktu tersebut mempertimbangkan potensi dan kebutuhan peserta didik dalam mencapai kompetensi.

c. Alokasi waktu untuk praktik, dua jam kegiatan praktik di sekolah setara dengan satu jam tatap muka. Empat jam praktik di luar sekolah setara dengan satu jam tatap muka. Untuk kegiatan praktik di sekolah kami, misalnya pada kegiatan praktikum Bahasa Inggris yang berlangsung selama 2 jam pelajaran setara dengan 1 jam pelajaran tatap muka, sesuai yang tertulis pada Struktur Kurikulum .

5. Ketuntasan Belajar

Ketuntasan belajar setiap indikator yang dikembangkan sebagai suatu pencapaian hasil belajar dari suatu kompetensi dasar berkisar antara 0-100%. Kriteria ideal ketuntasan untuk masing-masing indikator 75%. Sekolah harus menentukan kriteria ketuntasan minimal sebagai target pencapaian kompetensi (TPK) dengan mempertimbangkan tingkat kemampuan rata-rata peserta didik serta kemampuan sumber daya pendukung dalam penyelenggaraan pembelajaran. Sekolah secara bertahap dan berkelanjutan selalu mengusahakan peningkatan kriteria ketuntasan belajar untuk mencapai kriteria ketuntasan ideal.

Berikut ini tabel nilai ketuntasan belajar minimal yang menjadi Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) di MAN 1 Metro yang berlaku saat ini.

No. Mata Pelajaran Nilai KKM (%)
1 Fiqih 70
2 Qur’an Hadist 70
3 SKI 70
4 Bahasa Arab 65
5 Aqidah Akhlak 70
6 Pendidikan Kewarganegaraan 70
7 Bahasa Indonesia 70
8 Bahasa Inggris 65
9 Matematika 65
10 Fisika 70
11 Kimia 75
12 Biologi 70
13 Ekonomi 70
14 Sosiologi 70
15 Geografi 70
16 Seni Budaya 70
17 Pendididkan Jasmani 70
18 Teknologi Informatika Komunikasi 70

C.  STANDART KOMPETENSI . DAN KOMPETENSI DASAR

I. PENDIDIKAN AGAMA ( PAI ) DAN BAHASA ARAB.

A.    LATAR BELAKANG

Di dalam UU No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, dinyatakan bahwa pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab. Untuk mencapai tujuan tersebut, salah satu bidang studi yang harus dipelajari oleh peserta didik di madrasah adalah pendidikan agama Islam, yang dimaksudkan untuk membentuk peserta didik menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa serta berakhlak mulia.

Pendidikan Agama Islam di Madrasah Aliyah terdiri atas empat mata pelajaran,  yaitu: Al-Qur’an-Hadis, Akidah-Akhlak, Fikih, dan Sejarah Kebudayaan Islam. Masing-masing mata pelajaran tersebut pada dasarnya saling terkait, isi mengisi dan melengkapi. Al-Qur’an-Hadis merupakan sumber utama ajaran Islam, dalam arti ia merupakan sumber akidah-akhlak, syari’ah/fikih (ibadah, muamalah), sehingga kajiannya berada di setiap unsur tersebut. Akidah (Usuluddin) atau keimanan merupakan akar atau pokok agama. Syariah/fikih (ibadah, muamalah) dan akhlak berti­tik tolak dari akidah, yakni sebagai manifestasi dan konsekuensi dari akidah (keimanan dan keyakinan hidup). Syari’ah/fikih merupakan sistem norma (aturan) yang mengatur hubungan manusia dengan Allah, sesama manusia dan dengan makhluk lainnya. Akhlak merupakan aspek sikap hidup atau kepribadian hidup manusia, dalam arti bagaimana sistem norma yang mengatur hubungan manusia dengan Allah (ibadah dalam arti khas) dan hubungan manusia dengan manusia dan lainnya (muamalah) itu menjadi sikap hidup dan kepribadian hidup manusia dalam menjalankan sistem kehidupannya (politik, ekonomi, sosial, pendidikan, kekeluargaan, Kebudayaan/seni, iptek, olahraga/kesehatan, dan lain-lain) yang dilandasi oleh akidah yang kokoh. Sejarah Kebudayaan Islam merupakan perkembangan perjalanan hidup manusia muslim dari masa ke masa dalam usaha bersyariah (beribadah dan bermuamalah) dan berakhlak serta dalam mengembangkan sistem kehidu­pannya yang dilandasi oleh akidah.

Pendidikan Agama Islam (PAI) di Madrasah Aliyah yang terdiri atas empat mata pelajaran tersebut memiliki karakteristik sendiri-sendiri. Al-Qur’an-Hadis, menekankan pada kemampuan baca tulis yang baik dan benar, memahami makna secara tekstual dan kontekstual, serta mengamalkan kandungannya dalam kehidupan sehari-hari. Aspek akidah menekankan pada kemampuan memahami dan mempertahankan keyakinan/keimanan yang benar serta menghayati dan mengamalkan nilai-nilai al-asma’ al-husna. Aspek Akhlak menekankan pada pembiasaan untuk melaksanakan akhlak terpuji dan menjauhi akhlak tercela dalam kehidupan sehari-hari. Aspek fikih menekankan pada kemampuan cara melaksanakan ibadah dan muamalah yang benar dan baik. Aspek sejarah Kebudayaan Islam menekankan pada kemampuan mengambil ibrah dari peristiwa-peristiwa bersejarah (Islam), meneladani tokoh-tokoh berprestasi, dan mengaitkannya dengan fenomena sosial, budaya, politik, ekonomi, iptek dan seni, dan lain-lain untuk mengembangkan Kebudayaan dan peradaban Islam.

Penyusunan Standar Kompetensi (SK) dan Kompetensi Dasar (KD) mata pelajaran Akidah-Akhlak di Madrasah Aliyah ini dilakukan dengan cara mempertimbangkan dan me-review Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 22 Tahun 2006 tentang Standar Isi (SI) untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah, mata pelajaran Pendidikan Agama Islam aspek keimanan/akidah dan akhlak untuk SMA/MA, serta memperhatikan Surat Edaran Dirjen Pendidikan Islam Nomor: DJ.II.1/PP.00/ED/681/2006 , tanggal 1 Agustus 2006, tentang Pelaksanaan Standar Isi, yang intinya bahwa Madrasah dapat meningkatkan kompetensi lulusan dan mengembangkan kurikulum dengan standar yang lebih tinggi.

B. TUJUAN

1. Al-Qur’an-Hadis

Mata pelajaran Al-Qur’an-Hadis di Madrasah Aliyah adalah salah satu mata pelajaran Pendidikan Agama Islam yang merupakan peningkatan dari Al-Qur’an-Hadis yang telah dipelajari oleh peserta didik di MTs/SMP. Peningkatan tersebut dilakukan dengan cara mempelajari, memperdalam serta memperkaya kajian al-Qur’an dan al-Hadis terutama menyangkut dasar-dasar keilmuannya sebagai persiapan untuk melanjutkan ke pendidikan yang lebih tinggi, serta memahami dan menerapkan tema-tema tentang manusia dan tanggung jawabnya di muka bumi, demokrasi serta pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi dalam perspektif al-Qur’an dan al-Hadis sebagai persiapan untuk hidup bermasyarakat.  Secara substansial, mata pelajaran Al-Qur’an-Hadis memiliki kontribusi dalam memberikan motivasi kepada peserta didik untuk mempelajari dan mempraktikkan ajaran dan nilai-nilai yang terkandung dalam al-Qur’an-hadis sebagai sumber utama ajaran Islam dan sekaligus menjadi pegangan dan pedoman hidup dalam kehidupan sehari-hari.

Mata pelajaran Al-Qur’an-Hadis bertujuan untuk:

a.       Meningkatkan kecintaan peserta didik terhadap al-Qur’an dan hadis

b.      Membekali peserta didik dengan dalil-dalil yang terdapat dalam al-Qur’an dan hadis sebagai pedoman dalam menyikapi dan menghadapi kehidupan

c.      Meningkatkan pemahaman dan pengamalan isi kandungan al-Qur’an dan hadis yang dilandasi oleh dasar-dasar keilmuan tentang al-Qur’an dan hadis.

2. Akidah-Akhlak

Mata pelajaran Akidah-Akhlak di Madrasah Aliyah adalah salah satu mata pelajaran Pendidikan Agama Islam yang merupakan peningkatan dari akidah dan akhlak yang telah dipelajari oleh peserta didik di Madrasah Tsanawiyah/SMP. Peningkatan tersebut dilakukan dengan cara mempelajari dan memperdalam akidah-akhlak sebagai persiapan untuk melanjutkan ke pendidikan yang lebih tinggi dan untuk hidup bermasyarakat dan/atau memasuki lapangan kerja. Pada aspek akidah ditekankan pada pemahaman dan pengamalan prinsip-prinsip akidah Islam, metode peningkatan kualitas akidah, wawasan tentang aliran-aliran dalam akidah Islam sebagai landasan dalam pengamalan iman yang inklusif dalam kehidupan sehari-hari, pemahaman tentang macam-macam tauhiid seperti tauhiid uluuhiyah, tauhiid rubuubiyah, tauhiid ash-shifat wa al-af’al, tauhiid rahmuaniyah, tauhiid mulkiyah, dan lain-lain serta perbuatan syirik dan implikasinya dalam kehidupan. Aspek akhlak, di samping berupa pembiasaan dalam menjalankan akhlak terpuji dan menghindari akhlak tercela sesuai dengan tingkat perkembangan peserta didik, juga mulai diperkenalkan tasawuf dan metode peningkatan kualitas akhlak.

Secara substansial mata pelajaran Akidah-Akhlak di Madrasah Aliyah memiliki kontribusi dalam memberikan motivasi kepada peserta didik untuk mempelajari dan mempraktikkan akidahnya dalam bentuk pembiasaan untuk melakukan akhlak terpuji dan menghindari akhlak tercela dalam kehidupan sehari-hari. Al-Akhlak al-karimah ini sangat penting untuk dipraktikkan dan dibiasakan oleh peserta didik dalam kehidupan individu, bermasyarakat dan berbangsa, terutama dalam rangka mengantisipasi dampak negatif dari era globalisasi dan krisis multidimensional yang melanda bangsa dan Negara Indonesia.

Mata pelajaran Akidah-Akhlak bertujuan untuk:

1.     Menumbuhkembangkan akidah melalui pemberian, pemupukan, dan pengembangan pengetahuan, penghayatan, pengamalan, pembiasaan, serta pengalaman peserta didik tentang akidah Islam sehingga menjadi manusia muslim yang terus berkembang keimanan dan ketakwaannya kepada Allah SWT;

2.     Mewujudkan manusia Indonesia yang berakhlak mulia dan menghindari akhlak tercela dalam kehidupan sehari-hari  baik dalam kehidupan individu maupun sosial, sebagai manifestasi dari ajaran dan nilai-nilai akidah Islam.

3. Fikih

Mata pelajaran Fikih di Madrasah Aliyah adalah salah satu mata pelajaran Pendidikan Agama Islam yang merupakan peningkatan dari fikih yang telah dipelajari oleh peserta didik di Madrasah Tsanawiyah/SMP. Peningkatan tersebut dilakukan dengan cara mempelajari, memperdalam serta memperkaya kajian fikih baik yang menyangkut aspek ibadah maupun muamalah, yang dilandasi oleh prinsip-prinsip dan kaidah-kaidah usul fikih serta menggali tujuan dan hikmahnya, sebagai persiapan untuk melanjutkan ke pendidikan yang lebih tinggi dan untuk hidup bermasyarakat. Secara substansial, mata pelajaran Fikih memiliki kontribusi dalam memberikan motivasi kepada peserta didik untuk mempraktikkan dan menerapkan hukum Islam dalam kehidupan sehari-hari sebagai perwujudan keserasian, keselarasan, dan keseimbangan hubungan manusia dengan Allah SWT, dengan diri manusia itu sendiri, sesama manusia, makhluk lainnya ataupun lingkungannya.

Mata pelajaran Fikih di Madrasah Aliyah bertujuan untuk:

1.     Mengetahui dan memahami prinsip-prinsip, kaidah-kaidah dan tatacara pelaksanaan hukum Islam baik yang menyangkut aspek ibadah maupun muamalah untuk dijadikan pedoman hidup dalam kehidupan pribadi dan sosial.

2.     Melaksanakan dan mengamalkan ketentuan hukum Islam dengan benar dan baik, sebagai perwujudan dari ketaatan dalam menjalankan ajaran agama Islam baik dalam hubungan manusia dengan Allah SWT, dengan diri manusia itu sendiri, sesama manusia, dan makhluk lainnya maupun hubungan dengan lingkungannya.

4. Sejarah Kebudayaan Islam

Sejarah Kebudayaan Islam di Madrasah Aliyah merupakan salah satu mata pelajaran yang menelaah tentang asal-usul, perkembangan, peranan kebudayaan/ peradaban Islam  di masa lampau, mulai dari dakwah Nabi Muhammad pada periode Makkah dan periode Madinah, kepemimpinan umat setelah Rasulullah SAW wafat, sampai perkembangan Islam periode klasik (zaman keemasan) pada tahun 650 M–1250 M, abad pertengahan/zaman kemunduran (1250 M–1800 M), dan masa modern/zaman kebangkitan (1800-sekarang), serta perkembangan Islam di Indonesia dan di dunia. Secara substansial mata pelajaran Sejarah Kebudayan Islam memiliki kontribusi dalam memberikan motivasi kepada peserta didik untuk mengenal, memahami, menghayati Sejarah Kebudayaan Islam, yang mengandung nilai-nilai kearifan yang dapat digunakan untuk melatih kecerdasan,  membentuk sikap, watak, dan kepribadian peserta didik.

Mata pelajaran Sejarah Kebudayaan Islam di Madrasah Aliyah bertujuan agar peserta didik memiliki kemampuan-kemampuan sebagai berikut:

a.       Membangun kesadaran peserta didik tentang pentingnya mempelajari landasan ajaran, nilai-nilai dan norma-norma Islam  yang telah dibangun oleh Rasulullah SAW dalam rangka mengembangkan kebudayaan dan peradaban Islam.

b.      Membangun kesadaran peserta didik tentang pentingnya waktu dan tempat yang merupakan  sebuah proses dari masa lampau, masa kini, dan masa depan

c.      Melatih daya kritis peserta didik untuk memahami fakta sejarah secara benar dengan didasarkan pada pendekatan ilmiah.

d.      Menumbuhkan apresiasi dan penghargaan peserta didik terhadap peninggalan sejarah Islam sebagai bukti peradaban umat Islam di masa lampau.

e.      Mengembangkan  kemampuan peserta didik dalam mengambil ibrah dari peristiwa-peristiwa bersejarah (Islam), meneladani tokoh-tokoh berprestasi, dan mengaitkannya dengan fenomena sosial, budaya, politik, ekonomi, iptek dan seni dan lain-lain untuk mengembangkan Kebudayaan dan peradaban Islam.

5. Bahasa Arab

Mata pelajaran bahasa Arab merupakan suatu mata pelajaran yang diarahkan untuk mendorong, membimbing, mengembangkan, dan membina kemampuan serta menumbuhkan sikap positif terhasap bahasa Arab, baik reseptif maupun produktif. Kemampuan reseptif yaitu kemampuan untuk memahami pembicaraan orang lain dan memahami bacaan. Kemampuan produktif yaitu kemampuan menggunakan bahasa sebagai alat komunikasi baik secara lisan maupun secara tertulis. Kemampuan berbahasa Arab serta sikap positif terhadap bahasa Arab tersebut sangat penting dalam membantu memahami sumber ajaran Isalam yaitu al-Qur’an dan al- hadis, serta kitab-kitab berbahasa Arab yang berkenaan dengan Islam bagi peserta didik.

Untuk itu, bahasa Arab di Madrasah Aliyah dipersiapkan untuk pencapaian kompetensi dasar berbahasa, yang mencakup empat keterampilan berbahasa yang diajarkan secara integral, yaitu menyimak, berbicara, membaca, dan menulis. Meskipun begitu, pada tingkat pendidikan dasar (elementary) dititikberatkan pada kecakapan menyimak dan berbicara sebagai landasan berbahasa. Pada tingkat pendidikan menengah (intermediate), keempat kecakapan berbahasa diajarkan secara seimbang. Pada tingkat pendidikan lanjut (advanced), dikonsentrasikan pada kecakapan membaca dan menulis, sehingga peserta didik diharapkan mampu mengakses berbagai referensi berbahasa Arab.

Mata pelajaran bahasa Arab di Madrasah Aliyah memiliki tujuan sebagai berikut:

a.       Mengembangkan kemampuan berkomunikasi dalam bahasa Arab, baik lisan maupun tulis yang mencakup empat kecakapan berbahasa, yakni menyimak (istima’), berbicara (kalam), membaca (qira’ah), dan menulis (kitabah).

b.      Menumbuhkan kesadaran tentang pentingnya bahasa Arab sebagai salah satu bahasa asing untuk menjadi alat utama belajar, khususnya dalam mengkaji sumber-sumber ajaran Islam.

c.      Mengembangkan pemahaman tentang saling keterkaitan antara bahasa dan budaya serta memperluas cakrawala budaya. Dengan demikian, peserta didik diharapkan memiliki wawasan lintas budaya dan melibatkan diri dalam keragaman budaya.

6.      Bahasa Arab (Program Bahasa)

Bahasa bukan hanya sebagai suatu bidang kajian, melainkan sebagai faktor sentral dalam perkembangan intelektual, sosial, dan emosional peserta didik. Penguasaan bahasa Arab menjadi persyaratan penting bagi keberhasilan individu dalam menjawab tantangan zaman di era globalisasi. Pembelajaran bahasa Arab secara formal di Madrasah Aliyah merupakan sarana utama bagi peserta didik untuk menguasai bahasa Arab. Hal ini dimaksudkan agar peserta didik dapat merespon secara proaktif berbagai perkembangan informasi, ilmu pengetahuan, dan teknologi.

Melalui pembelajaran bahasa Arab dapat dikembangan keterampilan peserta didik dalam berkomunikasi lisan dan tulis untuk memahami dan menyampaikan informasi, pikiran dan perasaan.  Dengan demikian, mata pelajaran bahasa Arab diperlukan untuk pengembangan diri peserta didik agar mereka dapat tumbuh dan berkembang menjadi warga negara yang cerdas, terampil, dan berkepribadian Indonesia, dapat mengembangkan ilmu pengetahuan, teknologi, dan budaya serta siap mengambil bagian dalam pembangunan nasional.

Mata pelajaran bahasa Arab pada Madrasah Aliyah Program Bahasa memiliki tujuan sebagai berikut:

a.       Mengembangkan kemampuan berkomunikasi dalam bahasa Arab, baik lisan maupun tulis yang mencakup empat kecakapan berbahasa, yakni menyimak (istima’), berbicara (kalam), membaca (qira’ah), dan menulis (kitabah).

b.      Menumbuhkan kesadaran tentang pentingnya bahasa Arab sebagai salah satu bahasa asing untuk menjadi alat utama belajar, khususnya dalam mengkaji sumber-sumber ajaran Islam.

c.      Mengembangkan pemahaman tentang saling keterkaitan antara bahasa dan budaya serta memperluas cakrawala budaya. Dengan demikian, peserta didik diharapkan memiliki wawasan lintas budaya dan melibatkan diri dalam keragaman budaya.

C. RUANG LINGKUP

1. Al-Qur’an-Hadis

a.     Masalah dasar-dasar ilmu al-Qur’an dan al-Hadis, meliputi:

1)     Pengertian al-Qur’an menurut para ahli

2)     Pengertian hadis, sunnah, khabar, atsar dan hadis qudsi

3)     Bukti keotentikan al-Qur’an ditinjau dari segi keunikan redaksinya, kemukjizatannya, dan sejarahnya

4)     Isi pokok ajaran al-Qur’an dan pemahaman kandungan ayat-ayat yang terkait dengan isi pokok ajaran al-Qur’an

5)     Fungsi al-Qur’an dalam kehidupan

6)     Fungsi hadis terhadap al-Qur’an

7)     Pengenalan kitab-kitab yang berhubungan dengan cara-cara mencari surat dan ayat dalam al-Qur’an

8)     Pembagian hadis dari segi kuantitas dan kualitasnya.

b.     Tema-tema yang ditinjau dari perspektif al-Qur’an dan al-hadis, yaitu:

1)     Manusia dan tugasnya sebagai khalifah di bumi.

2)     Demokrasi.

3)     Keikhlasan dalam beribadah

4)     Nikmat Allah dan cara mensyukurinya

5)     Perintah menjaga kelestarian lingkungan hidup

6)     Pola hidup sederhana dan perintah menyantuni para dhuafa

7)     Berkompetisi dalam kebaikan.

8) Amar ma ‘ruf nahi munkar

9)     Ujian dan cobaan manusia

10)                        Tanggung jawab manusia terhadap keluarga dan masyarakat

11)                        Berlaku adil dan jujur

12)                        Toleransi dan etika pergaulan

13)                        Etos kerja

14)                        Makanan yang halal dan baik

15)                        Ilmu pengetahuan dan teknologi.

2. Akidah-Akhlak

Ruang lingkup mata pelajaran Akidah-Akhlak di Madrasah Aliyah meliputi:

a.     Aspek akidah terdiri atas:  prinsip-prinsip akidah dan metode peningkatannya, al-asma’ al-husna, macam-macam tauhiid seperti tauhiid uluuhiyah, tauhiid rubuubiyah, tauhiid ash-shifat wa al-af’al, tauhiid rahmaaniyah, tauhiid mulkiyah dan lain-lain, syirik dan implikasinya dalam kehidupan, pengertian dan fungsi ilmu kalam serta hubungannya dengan ilmu-ilmu lainnya, dan aliran-aliran dalam ilmu kalam (klasik dan modern),

b.     Aspek akhlak terdiri atas: masalah akhlak yang meliputi pengertian akhlak, induk-induk akhlak terpuji dan tercela, metode peningkatan kualitas akhlak; macam-macam akhlak terpuji seperti husnuzh-zhan, taubat, akhlak dalam berpakaian, berhias, perjalanan, bertamu dan menerima tamu, adil, rida, amal salih, persatuan dan kerukunan, akhlak terpuji dalam pergaulan remaja; serta pengenalan tentang tasawuf.  Ruang lingkup akhlak tercela meliputi: riya, aniaya dan diskriminasi, perbuatan dosa besar (seperti mabuk-mabukan, berjudi, zina, mencuri, mengkonsumsi narkoba), israaf,  tabdzir, dan fitnah.

3. Fikih

Ruang lingkup mata pelajaran Fikih di Madrasah Aliyah meliputi : kajian tentang prinsip-prinsip ibadah dan syari’at dalam Islam; hukum Islam dan perundang-undangan tentang zakat dan haji, hikmah dan cara pengelolaannya; hikmah kurban dan akikah; ketentuan hukum Islam tentang pengurusan jenazah; hukum Islam tentang kepemilikan; konsep perekonomian dalam Islam dan hikmahnya; hukum Islam tentang pelepasan dan perubahan harta beserta hikmahnya; hukum Islam tentang wakaalah dan sulhu beserta hikmahnya; hukum Islam tentang daman dan kafaalah beserta hikmahnya; riba, bank dan asuransi; ketentuan Islam tentang jinaayah, Huduud dan hikmahnya; ketentuan Islam tentang peradilan dan hikmahnya; hukum Islam tentang keluarga, waris; ketentuan Islam tentang siyaasah syar’iyah; sumber hukum Islam dan hukum taklifi; dasar-dasar istinbaath dalam fikih Islam; kaidah-kaidah usul fikih dan penerapannya.

4. Sejarah Kebudayaan Islam

Ruang lingkup mata pelajaran Sejarah Kebudayan Islam di Madrasah Aliyah meliputi :

a.     Dakwah Nabi Muhammad pada periode Makkah dan periode Madinah.

b.     Kepemimpinan umat setelah Rasulullah SAW wafat.

c.     Perkembangan Islam periode klasik/zaman keemasan (pada tahun 650 M – 1250 M).

d.     Perkembangan Islam pada abad pertengahan/zaman kemunduran (1250 M – 1800 M).

e.     Perkembangan Islam pada masa modern /zaman kebangkitan (1800-sekarang).

f.       Perkembangan Islam di Indonesia dan di dunia.

5. Bahasa Arab

Mata pelajaran bahasa Arab di Madrasah Aliyah terdiri atas bahan yang berupa wacana lisan dan tulisan berbentuk paparan atau dialog tentang perkenalan, kehidupan keluarga, hobi, pekerjaan, remaja, kesehatan, fasilitas umum, pariwisata, kisah-kisah Islam, wawasan Islam, hari-hari besar Islamdan tokoh-tokoh Islam untuk melatih keempat aspek kemampuan berbahasa, yaitu  menyimak, berbicara, membaca, dan menulis.

6. Bahasa Arab (Program Bahasa)

Mata pelajaran bahasa Arab di Madrasah Aliyah Program Bahasa terdiri atas bahan yang berupa wacana lisan dan tulis berbentuk paparan atau dialog tentang identitas diri, kehidupan madrasah, kehidupan keluarga, kehidupan sehari-hari, hobi, wisata, layanan umum, dan pekerjaan.

1. Al-Qur’an-Hadis

a. Kelas X, Semester 1

STANDAR KOMPETENSI KOMPETENSI DASAR
1.  Memahami pengertian al-Qur’an dan bukti keotentikannya 

 

1.1 Menjelaskan pengertian al-Qur’an menurut para ahli 

1.2 Membuktikan keotentikan al-Qur’an ditinjau dari segi keunikan redaksinya, kemukjizatannya, dan sejarahnya.

1.3 Menunjukkan prilaku orang yang meyakini kebenaran al-Qur’an

 

2.  Memahami isi pokok ajaran al-Qur’an 2.1 Mengidentifikasi isi pokok ajaran al-Qur’an 

2.2 Menunjukkan ayat yang terkait dengan isi pokok ajaran al-Qur’an

2.3 Menjelaskan kandungan ayat yang terkait dengan isi pokok ajaran al-Qur’an

2.4 Menerapkan kandungan ayat yang terkait dengan isi pokok ajaran al-Qur’an

 

3.  Memahami fungsi al-Qur’an dalam kehidupan 3.1    Mendeskripsikan fungsi al-Qur’an 

3.2    Menunjukkan  perilaku orang yang menfungsikan al-Qur’an

3.3    Menerapkan fungsi al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari

 

4.  Memahami cara-cara mencari surat dan ayat dalam al-Qur’an 4.1 Menunjukkan kitab-kitab yang berhubungan dengan cara-cara mencari surat dan ayat dalam al-Qur’an 

4.2 Menerapkan cara-cara mencari surat dan ayat dalam al-Qur’an

 

5.  Memahami ayat-ayat al-Qur’an tentang manusia dan tugasnya sebagai hamba Allah dan khalifah di bumi 5.1  Mengartikan QS al-Mu’minuun:12-14; QS al-Nahl:78; QS al-Baqarah:30 dan QS adz-Dzaariyat: 56 

5.2 Menjelaskan kandungan QS al-Mu’minuun:12-14; QS al-Nahl:78; QSal-Baqarah:30 dan QS adz-Dzaariyat: 56

5.3 Menerapkan perilaku sebagai hamba Allah dan khalifah di bumi seperti terkandung dalam QS al-Mu’minuun:12-14; QS an-Nahl:78; QSal-Baqarah:30 dan QS adz-Dzaariyat: 56

 

6.  Memahami ayat-ayat al-Qur’an tentang demokrasi 6.1 Mengartikan QS Ali Imraan 159 dan QS asy-Syuura: 38. 

6.2 Menjelaskan kandungan QS Ali Imraan 159 dan QS asy-Syuura : 38.

6.3 Menerapkan  perilaku hidup demokrasi seperti terkandung dalam QS Ali Imraan 159 dan QS Asy-Syuura: 38. dalam kehidupan sehari-hari

 

 

 

b. Kelas X, Semester 2
STANDAR KOMPETENSI KOMPETENSI DASAR
1.      Memahami istilah-istilah hadis 1.1 Mendefinisikan pengertian hadis, sunnah, khabar, atsar dan hadis qudsi

1.2 Membandingkan pengertian hadis, sunnah, khabar, atsar dan hadis qudsi.

1.3  Menerapkan pengertian hadis, sunnah (sunnah qauliyah, sunnah fi’liyah dan sunnah taqririyah), khabar, atsar dan hadis qudsi.

 

2        Memahami sanad dan matan hadis 2.1  Menjelaskan pengertian sanad dan matan

2.2  Menerapkan pengertian sanad dan matan dalam hadis.

 

3        Mendeskripsikan fungsi hadis terhadap al-Qur’an 3.1 Menjelaskan fungsi hadis terhadap al-Qur’an 

3.2   Menunjukkan contoh fungsi hadis terhadap al-Qur’an.

3.3   Menerapkan fungsi hadis terhadap al-Qur’an.

 

4          Memahami pembagian hadis dari segi kuantitas dan kualitasnya. 4.1 Menjelaskan pembagian hadis dari segi kuantitasnya. 

4.1    4.2 Menjelaskan pembagian hadis dari segi kualitasnya

 

5          Memahami ayat-ayat al-Qur’an tentang keikhlasan dalam beribadah 5.1 Mengartikan QS al-An’aam: 162-163; QS al-Bayyinah: 5 dan hadis tentang keikhlasan dalam beribadah 

5.2 Menjelaskan kandungan QS al-An’aam: 162-163; QS al-Bayyinah: 5 dan hadis tentang keikhlasan dalam beribadah

5.3 Menunjukkan  perilaku orang yang mengamalkan QS al-An’aam: 162-163; QS al-Bayyinah: 5 dan hadis tentang keikhlasan dalam beribadah

5.4 Menampilkan perilaku ikhlas dalam beribadah seperti yang terkandung dalam QS  al-An’aam: 162-163 ; QS al-Bayyinah: 5 dan hadis tentang keikhlasan dalam beribadah

 

c. Kelas XI, Semester 1

STANDAR KOMPETENSI KOMPETENSI DASAR
1.      Memahami ayat-ayat al-Qur’an dan hadis tentang nikmat Allah dan cara mensyukurinya 1.1.  Mengartikan QS az-Zuhruf:9-13, QS al-’Ankabuut:17 dan hadis tentang syukur 

1.2.  Menjelaskan kandungan QS az-Zuhruf:9-13, QS al-’Ankabuut:17 dan hadis tentang syukur

1.3.  Menunjukkan  perilaku orang yang mengamalkan  QS az-Zuhruf:9-13, QS al-’Ankabuut:17 dan hadis tentang syukur

1.4.  Mengidentifikasikan macam-  macam  nikmat  Allah sebagaimana terkandung dalam QS az-Zuhruf: 9-13

1.5.  Melaksanakan cara-cara mensyukuri nikmat Allah seperti terkandung dalam QS al-’Ankabuut: 17, dan hadis tentang syukur nikmat

 

2.      Memahami ayat-ayat al-Qur’an tentang perintah menjaga kelestarian lingkungan hidup 2.1   Mengartikan QS ar-Ruum: 41-42, QS al-A’raaf: 56-58;QS Shad:27;  QS al-Furqaan: 45-50 dan  QS al-Baqarah: 204-206. 

2.2   Menjelaskan kandungan QS ar-Ruum: 41-42, QSal-A’raaf: 56-58;QS Shad:27; QS al-Furqaan: 45-50 dan QS al-Baqarah: 204-206.

2.3   Menunjukkan  perilaku orang yang mengamalkan QS ar-Ruum: 41-42, QS al-A’raaf: 56-58;QS Shad:27.; QS al-Furqaan: 45-50 dan  QS al-Baqarah: 204-206.

2.4   Menerapkan perilaku menjaga  kelestarian lingkungan hidup sebagaimana terkandung dalam QS ar-Ruum: 41-42, QS al-A’raaf: 56-58 dan QS Shad:27, QS al-Furqaan: 45-50 dan  QS al-Baqarah: 204-206.

 

 

 

d. Kelas XI, Semester 2
STANDAR KOMPETENSI KOMPETENSI DASAR
1.         Memahami ayat-ayat al-Qur’an dan al-Hadis tentang pola hidup sederhana dan perintah menyantuni para duafa 1.1 Mengartikan QS al-Qashash: 79-82;  QS al-Israa’: 26-27, 29-30, QS al-Baqarah : 177 dan hadis tentang hidup sederhana dan perintah menyantuni para dhuafa 

1.2 Menjelaskan kandungan QS al-Qashash: 79-82;  QS al-Israa’: 26-27, 29-30, QS al-Baqarah : 177 dan hadis tentang hidup sederhana dan perintah menyantuni para duafa

1.3 Mengidentifikasi perilaku orang – orang yang mengamalkan QS al-Qashash: 79-82;  QS al-Israa’: 26-27, 29-30, QS al-Baqarah : 177 dan hadis tentang hidup sederhana dan perintah menyantuni para duafa

1.4 Menerapkan prilaku hidup sederhana dan menyantuni kaum dhuafa QS al-Qashash: 79-82;  QS al-Israa’: 26-27, 29-30, QS al-Baqarah : 177 dan hadis tentang hidup sederhana dan perintah menyantuni para dhuafa

 

2.      Memahami ayat-ayat al-Qur’an tentang berkompetisi dalam kebaikan. 2.1 Mengartikan  QS al-Baqarah :148; QS al-Faathir : 32 dan  QS an-Nahl : 97 

2.2   Menjelaskan  kandungan QS al-Baqarah :148 ; QS al-Faathir : 32 dan QS an-Nahl : 97

2.3   Menceritakan perilaku orang yang mengamalkan QS al-Baqarah :148 ; QS al-Faathir : 32 dan QS an-Nahl : 97

2.4   Mengidentifikasi hikmah perilaku berkompetisi dalam kebaikan.

2.5   Menerapakan  prilaku berkompetisi dalam kebaikan. seperti terkandung dalam QS al-Baqarah :148 ; QS al-Faathir : 32 dan QS an-Nahl : 97

 

3.      Memahami ayat-ayat al-Qur’an dan hadis tentang amar ma’ruf nahi munkar 3.1 Mengartikan QS Ali Imraan : 104 dan hadis tentang amar ma’ruf nahi munkar

3.2 Menjelaskan kandungan QS Ali Imraan : 104 dan hadis tentang amar ma’ruf nahi munkar.

3.3 Menunjukkan perilaku orang yang mengamalkan QS Ali Imraan : 104 dan hadis tentang amar ma’ruf nahi munkar.

3.4 Melaksanakan amar ma’ruf nahi munkar seperti terkandung dalam QS Ali Imraan : 104 dan hadis tentang amar ma’ruf nahi munkar dalam kehidupan sehari-hari.

 

4.      Memahami ayat al-Qur’an dan Hadis tentang ujian dan cobaan 4.1 Mengartikan QS al-Baqarah: 155 dan hadis tentang ujian dan cobaan. 

4.2 Menjelaskan kandungan QS al-Baqarah: 155 dan hadis tentang ujian dan cobaan.

4.3 Menunjukkan perilaku orang yang tabah dan sabar dalam menghadapi ujian dan cobaan sebagaimana terkandung dalam  QS al-Baqarah: 155 dan hadis tentang ujian dan cobaan.

4.4 Menerapkan perilaku tabah dan sabar dalam menghadapi ujian dan cobaan seperti yang terkandung dalam QS al-Baqarah: 155 dan hadis tentang ujian dan cobaan.

 

Kelas XII, Semester 1

STANDAR KOMPETENSI KOMPETENSI DASAR
1.  Memahami ayat-ayat al-Qur’an dan al-hadis tentang kewajiban berdakwah. 1.1   Mengartikan QS an-Nahl: 125; QS asy-Syu’araa: 214-216, al-Hijr: 94-96, dan Hadis tentang kewajiban berdakwah. 

1.2   Menjelaskan kandungan QS an-Nahl: 125; QS asy-Syu’araa: 214-216, al-Hijr: 94-96, dan Hadis tentang kewajiban berdakwah.

1.3   Menunjukkan  perilaku orang yang mengamalkan QS an-Nahl: 125; QS asy-Syu’araa: 214-216, al-Hijr: 94-96, dan Hadis tentang kewajiban berdakwah.

1.4   Menerapkan strategi berdakwah seperti yang terkandung dalam QS an-Nahl: 125; QS asy-Syu’araa: 214-216, al-Hijr: 94-96; dan Hadis tentang berdakwah dalam kehidupan sehari-hari.

2.  Memahami  ayat-ayat al-Qur’an dan al-hadis tentang tanggung jawab manusia terhadap keluarga dan masyarakat 2.1   Mengartikan QS  at-Tahriim: 6, QS Thaha: 132; QS al-An’aam: 70; QS an-Nisaa’ :36 dan QS Huud:117-119 dan hadis tentang tanggung jawab manusia terhadap keluarga dan masyarakat. 

2.2   Menjelaskan kandungan QS  at-Tahriim: 6, QS Thaha: 132; QS al-An’aam: 70;QS an-Nisaa’ :36 dan QS Huud:117-119 dan hadis tentang tanggung jawab manusia terhadap keluarga dan masyarakat.

2.3   Mengidentifikasi  perilaku orang yang mengamalkan QS  at-Tahriim: 6, QS Thaha: 132;QS al-An’aam: 70;QS an-Nisaa’ :36 dan QS Huud:117-119 dan hadis tentang tanggung jawab manusia terhadap keluarga dan masyarakat.

2.4   Menerapkan tanggung jawab manusia terhadap keluarga dan masyarakat seperti yang terkandung dalam QS  at-Tahriim: 6, QS Thaha: 132;QS al-An’aam: 70;QSan-Nisaa’ :36 dan QS Huud:117-119 dan hadis tentang tanggung jawab manusia dalam kehidupan sehari-hari

3.  Memahami ayat-ayat al-Qur’an dan hadis tentang berlaku adil dan jujur 3.1   Mengartikan  QS al-Maa’idah: 8-10; QS an-Nahl:90-92; QS an-Nisaa’: 105 dan hadis tentang berlaku adil dan jujur. 

3.2   Menjelaskan kandungan QS al-Maa’idah: 8-10; QS an-Nahl:90-92; QS an-Nisaa’: 105 dan hadis tentang berlaku adil dan jujur.

3.3   Menunjukkan  perilaku orang yang mengamalkan QS al-Maa’idah: 8-10; QS an-Nahl:90-92; QS an-Nisaa’: 105 dan hadis tentang berlaku adil dan jujur

3.4   Menerapkan perilaku adil dan jujur dalam perkataan dan perbuatan seperti terkandung dalam QS al-Maa’idah: 8-10; QS an-Nahl:90-92; QS an-Nisaa’: 105 dan hadis tentang berlaku adil dan jujur

 

 

 

e. Kelas XII, Semester 2
STANDAR KOMPETENSI KOMPETENSI DASAR
1.      Memahami ayat-ayat al-Qur’an dan hadis tentang toleransi dan etika pergaulan 1.2 Mengartikan QS al-Kaafiruun: 1-6; QS Yuunus: 40-41; QS al-Kahfi: 29; QS al-Hujuraat: 10-13 dan hadis tentang etika pergaulan. 

1.2 Menjelaskan  kandungan QS al-Kaafiruun: 1-6; QS Yuunus: 40-41;QS al-Kahfi: 29; QS al-Hujuraat: 10-13 dan hadis tentang etika pergaulan.

1.3 Menunjukkan  perilaku orang yang mengamalkan QS al-Kaafiruun: 1-6; QS Yuunus: 40-41;QS al-Kahfi: 29; QS al-Hujuraat: 10-13 dan hadis tentang etika pergaulan.

1.3 Menerapkan perilaku bertoleransi dan beretika dalam pergaulan seperti yang terkandung dalam QS al-Kaafiruun: 1-6; QS Yuunus: 40-41;QS al-Kahfi: 29; QS al-Hujuraat: 10-13 dan hadis tentang etika pergaulan dalam kehidupan sehari-hari.

 

2.      Memahami ayat-ayat al-Qur’an dan hadis tentang etos kerja 

 

2.1 Mengartikan QS al-Mujaadalah: 11;  QS al-Jumuu’ah 9-11; QS al-Qashash :77 dan hadis etos kerja 

2.2 Menjelaskan kandungan QS al-Mujaadalah: 11;  QS al-Jumuu’ah 9-11; QS al-Qashash :77 dan hadis etos kerja

2.3 Menunjukkan  perilaku orang yang mengamalkan QS al-Mujaadalah: 11;  QS al-Jumuu’ah 9-11; QS al-Qashash :77 dan hadis etos kerja

2.4 Menerapkan perilaku beretos kerja seperti yang terkandung dalam QS al-Mujaadalah: 11;  QS al-Jumuu’ah 9-11; QS al-Qashash :77 dan hadis etos kerja.

 

 

3.   Memahami ayat-ayat al-Qur’an dan hadis tentang makanan yang halal dan baik

 

3.1 Menerjemahkan QS al-Baqarah:168-169 : QS al-Baqarah 172-173 dan hadis tentang makanan yang halal dan baik.

3.2 Menjelaskan kandungan  QS al-Baqarah:168-169 : QS al-Baqarah 172-173 dan hadis tentang makanan yang halal dan baik.

3.3 Menunjukkan  perilaku orang yang mengamalkan QS al-Baqarah:168-169 : QS al-Baqarah 172-173 dan hadis tentang makanan yang halal dan baik.

3.4  Mengidentifikasi makanan yang halal  dan baik seperti terkandung dalam QS al-Baqarah:168-169 : QS al-Baqarah 172-173 dan hadis tentang makanan yang halal dan baik.

3.5 Menerapkan kandungan QS al-Baqarah:168-169 : QS al-Baqarah 172-173 dan hadis tentang makanan yang halal dan baik dalam kehidupan sehari-hari.

 

4. Memahami  ayat-ayat al-Qur’an tentang ilmu pengetahuan dan teknologi 4.1 Menerjemahkan QS al-‘Alaq: 1-5, QS Yuunus: 101; QS al-Baqarah: 164. 

4.2 Menjelaskan   kandungan QS al-‘Alaq: 1-5; QS Yuunus: 101; QS al-Baqarah: 164.

4.3 Menunjukkan  perilaku orang yang mengamalkan QS al-‘Alaq: 1-5, QS Yuunus: 101; QS al-Baqarah: 164.

4.4 Melakukan pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi seperti terkandung dalam QS al-‘Alaq: 1-5, QS Yuunus: 101; QS al-Baqarah: 164.

 

2. Akidah-Akhlak

a.  Kelas X, Semester 1

STANDAR KOMPETENSI KOMPETENSI DASAR
1.       Memahami prinsip-prinsip dan metode peningkatan kualitas akidah 1.1    Menjelaskan prinsip-prinsip akidah 

1.2    Menjelaskan metode-metode peningkatan kualitas akidah

1.3    Menerapkan prinsip-prinsip akidah dalam kehidupan

1.4    Menerapkan metode-metode peningkatan kualitas akidah dalam kehidupan

2.       Memahami Tauhiid 2.1    Menjelaskan pengertian tauhiid dan istilah-istilah lainnya 

2.2    Menjelaskan macam-macam tauhiid (uluuhiyah, rubuubiyah, mulkiyah, rahmaniyah dan lain-lain)

2.3    Menunjukkan perilaku orang yang ber-tauhiid

2.4    Menerapkan perilaku ber-tauhiid dalam kehidupan sehari-hari

 

STANDAR KOMPETENSI KOMPETENSI DASAR
3.       Memahami syirik dalam Islam 3.1    Menjelaskan pengertian syirik 

3.2    Mengidentifikasi macam-macam syirik

3.3    Menunjukkan perilaku orang yang berbuat syirik

3.4    Menjelaskan akibat perbuatan syirik

3.5    Membiasakan diri menghindari hal-hal yang mengarah kepada perbuatan syirik dalam kehidupan sehari-hari

 

4.       Memahami masalah akhlak dan metode peningkatan kualitas akhlak 4.1    Menjelaskan pengertian akhlak 

4.2    Menjelaskan induk-induk akhlak terpuji dan induk-induk akhlak tercela

4.3    Menjelaskan macam-macam metode peningkatan kualitas akhlak

4.4    Menerapkan metode-metode peningkatan kualitas akhlak dalam kehidupan

 

 

b. Kelas X, Semester 2
STANDAR KOMPETENSI KOMPETENSI DASAR
1. Meningkatkan keimanan kepada Allah melalui sifat-sifatnya dalam al-asma’ al husna 1.1 Menguraikan 10 al-asma’ al husna (al-Muqsith, al-Waarits, an-Naafi’, al-Baasith, al-Hafiidz, al-Walii, al-Waduud, ar-Raafi’, al-Mu’iz dan al-Afuww) 

1.2 Menunjukkan bukti kebenaran tanda-tanda kebesaran melalui sifat Allah dalam 10 Asmaul Husna (al-Muqsith, al-Waarits, an-Naafi’, al-Baasith, al-Hafiidz, al-Walii, al-Waduud, ar-Raafi’, al-Mu’iz dan al-Afuww)

 

STANDAR KOMPETENSI KOMPETENSI DASAR
1.3 Menunjukkan perilaku orang yang mengamalkan 10 al-asma’ al husna (al-‘Aziiz, al-Ghafuur, al-Baasith, an-Naafi’, ar-Ra’uf, al-Barr, al-Ghaffaar, al-Fattaah, al-‘Adl, al-Qayyuum) dalam kehidupan sehari-hari 

1.4 Meneladani sifat-sifat Allah yang terkandung dalam 10 al-asma’ al husna (al-Muqsith, al-Waarits, an-Naafi’, al-Baasith, al-Hafiidz, al-Walii, al-Waduud, ar-Raafi’, al-Mu’iz dan al-Afuww) dalam kehidupan sehari-hari

 

2        Membiasakan perilaku terpuji 2.1 Menjelaskan pengertian dan pentingnya husnuzh-zhan dan bertaubat 

2.2 Mengidentifikasi bentuk dan contoh-contoh perilaku husnuzh-zhan dan bertaubat

2.3 Menunjukkan nilai-nilai positif dari husnuzh-zhan dan bertaubat dalam fenomena kehidupan

2.4 Membiasakan perilaku husnuzh-zhan dan bertaubat

 

3        Menghindari perilaku tercela 3.1 Menjelaskan pengertian riya, aniaya dan diskriminasi 

3.2 Mengidentifikasi bentuk dan contoh-contoh perbuatan riya, aniaya dan diskriminasi

3.3 Menunjukkan nilai-nilai negatif akibat perbuatan riya, aniaya, dan diskriminasi

3.4 Membiasakan diri menghindari hal-hal yang mengarah pada perilaku riya, aniaya, dan diskriminasi

 

c. Kelas XI, Semester 1

STANDAR KOMPETENSI KOMPETENSI DASAR
1.      Memahami ilmu kalam 1.1        Menjelaskan pengertian dan fungsi ilmu kalam 

1.2        Menjelaskan hubungan ilmu kalam dengan ilmu lainnya.

1.3        Menerapkan ilmu kalam dalam mempertahankan akidah

 

2.      Memahami aliran-aliran ilmu kalam dan tokoh-tokohnya. 2.1       Menjelaskan aliran-aliran ilmu kalam, tokoh-tokoh dan pandangan-pandangannya (Khawarij, Murji`ah, Syi`ah, Jabariyah, Qadariyah, Asy’ariyah, Al-Maturidiyah, Mu`tazilah, dan lain-lain seperti teologi transformatif dan teologi pembebasan) 

2.2       Menganalisis perbedaan antara aliran ilmu kalam yang satu dengan lainnya.

2.3       Menunjukkan contoh-contoh perilaku orang yang beraliran tertentu dalam ilmu kalam.

2.4       Menghargai terhadap aliran-aliran yang berbeda dalam kehidupan bermasyarakat

3.      Membiasakan perilaku terpuji 3.1        Menjelaskan pengertian dan pentingnya akhlak berpakaian, berhias, perjalanan, bertamu dan menerima tamu 

3.2        Mengidentifikasi bentuk akhlak berpakaian, berhias, perjalanan, bertamu dan menerima tamu

3.3        Menunjukkan nilai-nilai positif dari akhlak berpakaian, berhias, perjalanan, bertamu dan menerima tamu dalam fenomena kehidupan

3.4        Membiasakan akhlak berpakaian, berhias, perjalanan, bertamu dan menerima tamu

4.      Menghindari perilaku tercela 4.1       Menjelaskan pengertian dosa besar (mabuk-mabukan, berjudi, zina, mencuri, mengkonsumsi narkoba) 

4.2       Mengidentifikasi bentuk dan contoh-contoh dosa besar (mabuk-mabukan, berjudi, zina, mencuri, mengkonsumsi narkoba)

4.3       Menunjukkan nilai-nilai negatif akibat perbuatan dosa besar (mabuk-mabukan, berjudi, zina, mencuri, mengkonsumsi narkoba)

4.4       Membiasakan diri untuk menghindari perilaku dosa besar (mabuk-mabukan, berjudi, zina, mencuri, mengkonsumsi narkoba)

 

 

d. Kelas XI, Semester 2

STANDAR KOMPETENSI KOMPETENSI DASAR
1. Memahami tasawuf 1.1   Menjelaskan pengertian, asal usul, dan  istilah-istilah dalam tasawuf 

1.2   Menjelaskan fungsi dan peranan tasawuf dalam kehidupan modern

1.3   Menunjukkan contoh-contoh perilaku bertasawuf

1.4   Menerapkan tasawuf dalam kehidupan modern

 

4        Membiasakan perilaku terpuji 2.1   Menjelaskan pengertian dan pentingnya adil, rida, amal salih, persatuan dan kerukunan 

2.1 Mengidentifikasi perilaku orang yang berbuat adil, rida, amal salih, persatuan dan kerukunan

2.3   Menunjukkan nilai-nilai positif dari adil, rida, amal salih, persatuan dan kerukunan dalam fenomena kehidupan

2.4   Membiasakan perilaku adil, rida, amal salih, persatuan, dan kerukunan dalam kehidupan sehari-hari

 

STANDAR KOMPETENSI KOMPETENSI DASAR
3    Membiasakan perilaku terpuji 3.1 Menjelaskan pengertian dan pentingnya akhlak terpuji dalam pergaulan remaja 

3.2 Mengidentifikasi bentuk dan contoh-contoh perilaku akhlak terpuji dalam pergaulan remaja

3.3 Menunjukkan nilai negatif akibat perilaku pergaulan remaja yang tidak sesuai dengan akhlak Islam dalam fenomena kehidupan

3.3 Menerapkan akhlak terpuji dalam pergaulan remaja dalam kehidupan sehari-hari.

 

4    Menghindari perilaku tercela 4.1 Menjelaskan pengertian israaf, tabdziir, dan fitnah 

4.2 Mengidentifikasi bentuk dan contoh-contoh perbuatan israaf, tabdziir, dan fitnah

4.3 Menunjukkan nilai-nilai negatif akibat perbuatan israaf, tabdziir, dan fitnah

4.4 Membiasakan diri untuk menghindari perilaku israaf, tabdziir, dan fitnah

3. Fikih

a. Kelas X, Semester 1

STANDAR KOMPETENSI KOMPETENSI DASAR
1.        Memahami prinsip-prinsip ibadah dan syari’at dalam Islam 1.1 Mengidentifikasi prinsip-prinsip ibadah dalam Islam 

1.2 Menjelaskan tujuan (maqashid) syari’at Islam

1.3 Menunjukkan perilaku orang yang berpegang pada prinsip-prinsip dan tujuan ibadah dan syariah

1.4 Menerapkan cara berpegang pada prinsip-prinsip dan tujuan ibadah dan syariah.

 

2.        Memahami hukum Islam tentang zakat dan hikmahnya 2.1    Menjelaskan ketentuan Islam tentang zakat dan hikmahnya 

2.2    Menjelaskan ketentuan perundang-undangan tentang zakat

2.3    Menunjukkan contoh penerapan ketentuan zakat

2.4    Menerapkan cara pelaksanaan zakat sesuai ketentuan perundang-undangan

 

3.        Memahami hukum Islam tentang haji dan hikmahnya 3.1    Menjelaskan ketentuan Islam tentang haji dan hikmahnya 

3.2    Menjelaskan ketentuan perundang-undangan tentang haji

3.3    Menunjukkan contoh penerapan ketentuan haji

3.4    Mempraktikkan pelaksanaan haji sesuai ketentuan perundang-undangan tentang haji

 

4.        Memahami hikmah kurban dan akikah 4.1     Menjelaskan tata cara pelaksanaan kurban dan hikmahnya 

4.2     Menerapkan cara pelaksanaan kurban

4.3     Menjelaskan ketentuan akikah dan hikmahnya

4.4     Menerapkan cara pelaksanaan akikah

 

5.        Memahami ketentuan hukum Islam tentang pengurusan jenazah 5.1    Menjelaskan tatacara pengurusan jenazah 

5.2    Memperagakan tatacara pengurusan jenazah

 

b. Kelas X, Semester 2
STANDAR KOMPETENSI KOMPETENSI DASAR
6.        Memahami hukum Islam tentang kepemilikan 6.1     Mengidentifikasi aturan Islam tentang kepemilikan 

6.2     Menjelaskan ketentuan Islam tentang akad

6.3     Memperagakan aturan Islam tentang kepemilikan dan akad

 

7.        Memahami konsep perekonomian dalam Islam dan hikmahnya 7.1 Menjelaskan aturan Islam tentang jual beli dan hikmahnya 

7.2 Menjelaskan aturan Islam tentang khiyaar

7.3 Menjelaskan aturan Islam tentang musaaqah, muzaara’ah dan mukhaabarah serta hikmahnya

7.4 Menjelaskan aturan Islam tentang syirkah dan hikmahnya

3.5 Menjelaskan aturan Islam tentang muraabahah, mudhaarabah, dan salam

3.6 Menerapkan cara jual beli, khiyaar, musaaqah, muzaara’ah, mukhaabarah, syirkah, muraabahah, mudhaarabah, dan salam

 

8.        Memahami hukum Islam tentang pelepasan dan perubahan harta beserta hikmahnya 8.1    Menjelaskan ketentuan Islam tentang wakaf beserta hikmah pelaksanaannya 

8.2    Menjelaskan ketentuan Islam tentang hibah dan hikmah pelaksanaannya

8.3    Menjelaskan ketentuan Islam tentang sadakah beserta hikmah pelaksanaannya

8.4    Menjelaskan ketentuan Islam tentang hadiah beserta hikmah pelaksanaannya

8.5    Menerapkan cara pelaksanaan wakaf, hibah, sedekah, dan hadiah

 

9.        Memahami hukum Islam tentang wakalah dan sulhu beserta hikmahnya 9.1    Menjelaskan ketentuan Islam tentang wakaalah dan hikmahnya 

9.2    Menjelaskan ketentuan Islam tentang sulhu dan hikmahnya

9.3    Menerapkan cara wakaalah dan sulhu

 

10      Memahami hukum Islam tentang daman dan kafalah beserta hikmahnya 10.1  Menjelaskan ketentuan Islam tentang dlaman dan hikmahnya 

10.2  Menjelaskan ketentuan Islam tentang kafaalah dan hikmahnya

10.3  Menerapkan cara dlaman dan kafalah

 

11      Memahami riba, bank, dan asuransi 11.1  Menjelaskan hukum riba, bank, dan asuransi 

11.2  Menerapkan ketentuan Islam tentang riba, bank, dan asuransi

 

c. Kelas XI, Semester 1

STANDAR KOMPETENSI KOMPETENSI DASAR
1.       Memahami ketentuan Islam tentang jinayah dan hikmahnya 1.1      Menjelaskan hukum pembunuhan dan hikmahnya 

1.2      Menjelaskan ketentuan hukum Islam tentang qishash dan hikmahnya

1.3      Menjelaskan ketentuan hukum Islam tentang diyat dan kafaarat beserta hikmahnya

1.4      Menunjukkan contoh-contoh qishash, diyaat dan kafaarat dalam hukum Islam

 

2.      Memahami ketentuan Islam tentang Huudud dan hikmahnya 2.1      Menjelaskan ketentuan hukum Islam tentang zina dan qadzaf beserta hikmahnya 

2.2      Menjelaskan ketentuan hukum Islam tentang minuman keras beserta hikmahnya

2.3      Menjelaskan ketentuan hukum Islam tentang mencuri, menyamun dan merampok beserta hikmahnya

2.4      Menjelaskan ketentuan hukum Islam tentang bughat beserta hikmahnya

 

3.      Memahami ketentuan Islam tentang peradilan dan hikmahnya 3.1      Menjelaskan proses peradilan dalam Islam 

3.2      Mengidentifikasi ketentuan tentang hakim dan saksi dalam peradilan Islam

 

d. Kelas XI, Semester 2
STANDAR KOMPETENSI KOMPETENSI DASAR
1.      Memahami hukum Islam tentang hukum keluarga 1.1 Menjelaskan ketentuan hukum perkawinan dalam Islam dan hikmahnya 

1.2 Menjelaskan ketentuan perkawinan menurut perundang-undangan di Indonesia

1.3 Menjelaskan konsep Islam tentang talak, perceraian, iddah, ruju`, dan hikmahnya

1.4 Menjelaskan ketentuan Islam tentang pengasuhan anak (hadhaanah)

 

2            Memahami hukum Islam tentang waris 2.1 Menjelaskan ketentuan hukum waris dalam Islam 

2.2 Menjelaskan keterkaitan waris dengan wasiat

2.3 Menunjukkan contoh cara pelaksanaan waris dan wasiat

 

e. Kelas XII, Semester 1

STANDAR KOMPETENSI KOMPETENSI DASAR
1.       Memahami ketentuan Islam tentang siyasah syar’iyah 1.1      Menjelaskan ketentuan Islam tentang pemerintahan (khilaafah) 

1.2      Menjelaskan majelis syura dalam Islam

 

 

2. Memahami sumber hukum Islam

4.5 Menjelaskan sumber hukum yang disepakati dan yang tidak disepakati ulama 

4.6    Menunjukkan penerapan sumber hukum yang disepakati dan yang tidak disepakati ulama

4.7    Menjelaskan pengertian, fungsi, dan kedudukan ijtihad

 

 

 

 

f. Kelas XII, Semester 2

1. Memahami hukum- hukum syar’i 1.1    Menjelaskan hukum taklifi dan   penerapannya dalam Islam 

1.2  Menjelaskan hukum wadh’i dan penerapannya dalam Islam

1.3    Menjelaskan mahkum bihi (fihi)

1.4    Menjelaskan mahkum ’alaih

 

2.         Memahami kaidah- 

kaidah usul fikih

2.1             Menjelaskan macam-macam kaidah usul fikih 

2.2             Menerapkan macam-macam kaidah usul fikih

 

4. Sejarah Kebudayaan Islam

a. Kelas XII, Semester 1

STANDAR KOMPETENSI KOMPETENSI DASAR
1.    Memahami keteladanan dakwah 

Rasulullah dalam membina umat

 

1.1 Menceritakan sejarah dakwah Rasulullah SAW pada periode Makkah dan Madinah 

1.2 Mendeskripsikan substansi dan strategi dakwah Rasullullah SAW pada periode Makkah dan Madinah

1.3 Mengidentifikasi hasil-hasil perjuangan  Rasullullah SAW dalam dakwah Islam pada periode Makkah dan Madinah

1.4 Mengambil ibrah dari perjuangan  Rasullullah SAW dalam dakwah Islam pada periode Makkah dan Madinah untuk kepentingan masa kini dan yang akan datang.

 

2.  Memahami masalah kepemimpinan umat Islam pasca Nabi wafat 

2.1    Menceritakan proses dan model pemilihan kepemimpinan pada masa Khulafaaurraasyidiin 

2.2    Mendeskripsikan strategi kepemimpinan Khulafaaurraasyidiin

2.3   Mengambil ibrah dari kepemimpinan Khulafaaurraasyidiin untuk kepentingan masa kini dan yang akan datang

 

3.  Memahami perkembangan Islam periode klasik (zaman keemasan) pada tahun 650 M – 1250 M 

3.1 Menjelaskan perkembangan Islam pada periode klasik 

3.2 Mengidentifikasi peristiwa-peristiwa penting dan tokoh-tokoh yang berprestasi dalam perkembangan Islam pada periode klasik

3.3 Mengambil ibrah dari perkembangan Islam pada periode klasik untuk kepentingan masa kini dan yang akan datang

3.4 Meneladani tokoh-tokoh yang berprestasi dalam perkembangan Islam pada periode klasik

 

4. Memahami perkembangan Islam pada periode pertengahan/zaman kemunduran (1250 M – 1800 M) 4.1    Menjelaskan perkembangan Islam pada abad pertengahan 

4.2    Menceritakan sebab-sebab kemunduran Islam pada abad pertengahan

4.3    Mengambil ibrah dari peristiwa perkembangan Islam pada periode pertengahan untuk kepentingan masa kini dan yang akan datang

 

 

 

b. Kelas XII, Semester 2
STANDAR KOMPETENSI KOMPETENSI DASAR
1.      Memahami perkembangan Islam pada masa modern /zaman kebangkitan (1800-sekarang) 

Menjelaskan perkembangan Islam pada masa modern 

Mengidentifikasi peristiwa-peristiwa penting dan tokoh-tokoh yang berprestasi dalam perkembangan Islam pada masa modern

Mengambil ibrah dari peristiwa perkembangan Islam pada masa modern

Meneladani tokoh-tokoh yang berprestasi dalam perkembangan Islam pada masa modern

 

2.      Memahami perkembangan Islam di Indonesia 

Menjelaskan perkembangan Islam di Indonesia 

Mengidentifikasi peristiwa-peristiwa penting dan tokoh-tokoh yang berprestasi dalam perkembangan Islam di Indonesia

Mengambil ibrah dari peristiwa perkembangan Islam di Indonesia

Meneladani tokoh-tokoh yang berprestasi dalam perkembangan Islam di Indonesia

 

3.    Memahami perkembangan Islam di dunia Menjelaskan perkembangan Islam di dunia 

Mengidentifikasi peristiwa-peristiwa penting dan tokoh-tokoh yang berprestasi dalam perkembangan Islam di dunia

Mengambil ibrah dari peristiwa perkembangan Islam di dunia

Meneladani tokoh-tokoh yang berprestasi dalam perkembangan Islam di dunia

 

3. Bahasa Arab

a. Kelas X, Semester 1

STANDAR KOMPETENSI KOMPETENSI DASAR
Menyimak  

1.      Memahami informasi lisan berbentuk paparan atau dialog tentang perkenalan dan kehidupan keluarga

 

1.1    Mengidentifikasi bunyi huruf hijaiyah dan ujaran (kata, frase atau kalimat) dalam suatu konteks dengan tepat tentang التعارف dan الحياة العائلية

1.2    Menangkap makna dan gagasan atau ide dari berbagai bentuk wacana lisan secara tepat tentang التعارف dan الحياة العائلية

Berbicara 

2.      Mengungkapkan informasi secara lisan berbentuk paparan atau dialog tentang perkenalan dan kehidupan keluarga

 

2.1    Menyampaikan gagasan atau pendapat secara lisan dengan lafal yang tepat tentang التعارف dan

الحياة العائلية

2.2    Melakukan dialog  sesuai konteks dengan tepat dan lancar tentang التعارف dan الحياة العائلية

Membaca 

3. Memahami wacana tulis berbentuk paparan atau dialog tentang perkenalan dan kehidupan keluarga

 

3.1    Melafalkan dan membaca nyaring kata, kalimat dan wacana tulis dengan benar tentang perkenalan dan kehidupan keluarga

3.2    Mengidentifikasi bentuk dan tema wacana secara tepat tentang perkenalan dan kehidupan keluarga

3.3    Menemukan makna dan gagasan atau ide wacana tulis secara tepat tentang perkenalan dan kehidupan keluarga

 

Menulis 

4. Mengungkapkan informasi secara tertulis berbentuk paparan atau dialog tentang perkenalan dan kehidupan keluarga

 

4.1    Menulis kata, frasa,dan kalimat  dengan huruf, ejaan dan tanda baca yang tepat tentang perkenalan dan kehidupan keluarga

4.2    Mengungkapkan gagasan atau pendapat secara tertulis dalam kalimat dengan menggunakan kata, frasa, dan struktur yang benar tentang perkenalan dan kehidupan keluarga

 

Keterangan 

Tema-tema tersebut menggunakan bentuk kata النكرة والمعرفة dan struktur kalimat المبتدأ والخبر

 

b. Kelas X, Semester 2

STANDAR KOMPETENSI KOMPETENSI DASAR
Menyimak 

1. Memahami informasi lisan berbentuk paparan atau dialog tentang hobi dan pekerjaan

 

 

1.1     Mengidentifikasi bunyi, ujaran (kata, frasa atau kalimat ) dalam suatu konteks dengan tepat tentang hobi dan pekerjaan

1.2     Menangkap makna dan gagasan atau ide dari berbagai bentuk wacana lisan secara  tepat tentang hobi dan pekerjaan

Berbicara 

2. Mengungkapkan informasi secara lisan berbentuk paparan atau dialog tentang hobi dan pekerjaan

 

2.1     Menyampaikan gagasan atau pendapat secara lisan dengan lafal yang tepat tentang hobi dan pekerjaan

2.2                 Menyampaikan gagasan atau pendapat secara lisan sesuai konteks dengan lafal yang tepat tentang hobi dan pekerjaan

2.3                 Melakukan dialog  sesuai konteks dengan tepat dan lancar tentang hobi dan pekerjaan

Membaca 

3. Memahami  wacana tertulis berbentuk paparan atau dialog tentang hobi dan pekerjaan

 

3.1     Melafalkan atau membaca nyaring kata, kalimat dan wacana tulis secara tepat dan benar tentang hobi dan pekerjaan

3.2                 Mengidentifikasi bentuk dan tema wacana secara tepat dan benar tentang hobi dan pekerjaan

3.3                 Menemukan makna dan gagasan atau ide wacana tulis secara tepat tentang hobi dan pekerjaan

Menulis  

4. Mengungkapkan informasi secara tertulis berbentuk paparan atau dialog tentang hobi dan pekerjaan

 

4.1     Menulis kata, frasa,dan kalimat  dengan huruf, ejaan dan tanda baca yang tepat dan benar tentang hobi dan pekerjaan

4.2     Mengungkapkan gagasan atau pendapat secara tertulis dalam kalimat dengan menggunakan kata, frasa, dan struktur yang benar tentang hobi dan pekerjaan

 

Keterangan 

Tema-tema tersebut menggunakan struktur kalimat بعض حروف الجر ومعانيها الكثيرة الورود dan العطف

 

c. Kelas XI, Semester 1

STANDAR KOMPETENSI KOMPETENSI DASAR
Menyimak  

1.      Memahami informasi lisan berbentuk paparan atau dialog tentang remaja dan  kesehatan

 

 

1.1    Mengidentifikasi bunyi, ujaran (kata, frasa atau kalimat ) dalam suatu konteks dengan tepat tentang remaja dan  kesehatan

1.2    Menangkap makna dan gagasan atau ide dari berbagai bentuk wacana lisan secara  tepat tentang remaja dan  kesehatan

 

Berbicara  

2.      Mengungkapkan informasi secara lisan berbentuk paparan atau dialog tentang remaja dan  kesehatan

 

 

2.1    Menyampaikan gagasan atau pendapat secara lisan tentang remaja dengan lafal yang tepat tentang remaja dan  kesehatan

2.2    Menyampaikan gagasan atau pendapat secara lisan dengan lafal yang tepat tentang remaja dan  kesehatan

2.3    Melakukan dialog sesuai konteks dengan tepat dan lancar tentang remaja dan  kesehatan

 

Membaca  

3.      Memahami wacana tulis berbentuk paparan atau dialog tentang remaja dan  kesehatan

 

3.1    Melafalkan dan membaca nyaring kata, kalimat dan wacana tulis dengan benar tentang remaja dan  kesehatan

3.2    Mengidentifikasi bentuk dan tema wacana secara tepat tentang remaja dan  kesehatan

3.3    Menemukan makna dan gagasan atau ide wacana tulis secara tepat tentang remaja dan  kesehatan

 

Menulis  

4.      Mengungkapkan informasi secara tertulis berbentuk paparan atau dialog tentang remaja dan  kesehatan

 

4.1    Menulis kata, frasa,dan kalimat  dengan huruf, ejaan dan tanda baca yang tepat tentang remaja dan  kesehatan

4.2    Mengungkapkan gagasan atau pendapat secara tertulis dalam kalimat dengan menggunakan kata, frasa, dan struktur yang benar tentang remaja dan  kesehatan

 

Keterangan 

Tema-tema tersebut menggunakan struktur kalimat النعت والمنعوت dan الإضافة

 

d. Kelas XI, Semester 2

STANDAR KOMPETENSI KOMPETENSI DASAR
Menyimak  

1. Memahami informasi lisan berbentuk paparan atau dialog tentang fasilitas umum dan pariwisata

 

1.1     Mengidentifikasi bunyi, ujaran (kata, frasa atau kalimat ) dalam suatu konteks dengan tepat tentang fasilitas umum dan pariwisata

1.2     Menangkap makna dan gagasan atau ide dari berbagai bentuk wacana lisan secara  tepat tentang fasilitas umum dan pariwisata

Berbicara  

2. Mengungkapkan informasi secara lisan berbentuk paparan atau dialog tentang fasilitas umum dan pariwisata

 

2.1     Menyampaikan gagasan atau pendapat secara lisan sesuai konteks dengan lafal yang tepat tentang fasilitas umum dan pariwisata

2.2                 Melakukan dialog  sesuai konteks dengan tepat dan lancar tentang fasilitas umum dan pariwisata

 

Membaca  

3. Memahami wacana tulis berbentuk paparan atau dialog tentang fasilitas umum dan pariwisata

 

3.1     Melafalkan dan membaca nyaring kata, kalimat dan wacana tulis secara tepat dan benar tentang fasilitas umum dan pariwisata

3.2     Mengidentifikasi bentuk dan tema wacana secara tepat dan benar tentang fasilitas umum dan pariwisata

3.3     Menemukan makna dan gagasan atau ide wacana secara tepat tentang fasilitas umum dan pariwisata

 

Menulis  

4. Mengungkapkan informasi secara tertulis berbentuk paparan atau dialog tentang fasilitas umum dan pariwisata

 

4.1     Menulis kata, frasa,dan kalimat  dengan huruf, ejaan dan tanda baca yang tepat dan benar tentang fasilitas umum dan pariwisata

4.2     Mengungkapkan gagasan atau pendapat secara tertulis dalam kalimat dengan menggunakan kata, frasa, dan struktur yang benar tentang fasilitas umum dan pariwisata

 

Keterangan 

Tema-tema tersebut di atas menggunakan struktur kalimat جملة فعلية

 

e.Kelas XII, Semester 1

STANDAR KOMPETENSI KOMPETENSI DASAR
Menyimak  

1.      Memahami informasi lisan berbentuk paparan atau dialog tentang Kebudayaan dan tokoh-tokoh Islam

 

 

1.1  Mengidentifikasi bunyi, ujaran (kata, frasa atau kalimat ) dalam suatu konteks dengan tepat tentang kebudayaan dan tokoh-tokoh Islam

1.2    Menangkap makna dan gagasan atau ide dari berbagai bentuk wacana lisan secara  tepat tentang kebudayaan dan tokoh-tokoh Islam

 

Berbicara  

2.      Mengungkapkan informasi secara lisan berbentuk paparan atau dialog tentang Kebudayaan dan tokoh-tokoh Islam

 

2.1.  Menyampaikan gagasan atau pendapat secara lisan sesuai konteks dengan lafal yang tepat tentang kebudayaan dan tokoh-tokoh Islam

2.2.  Melakukan dialog sesuai konteks dengan tepat dan lancar tentang kebudayaan dan tokoh-tokoh Islam

 

Membaca  

3. Memahami wacana tulis berbentuk paparan atau dialog tentang Kebudayaan dan tokoh-tokoh Islam

 

 

3.1.  Melafalkan dan membaca nyaring kata, kalimat, dan wacana tulis dengan benar tentang Kebudayaan dan tokoh-tokoh Islam

3.2.  Mengidentifikasi bentuk dan tema wacana secara tepat dan benar tentang Kebudayaan dan tokoh-tokoh Islam

3.3.  Menemukan makna dan gagasan atau ide wacana tulis secara tepat tentang Kebudayaan dan tokoh-tokoh Islam

Menulis  

4.      Mengungkapkan informasi secara tertulis berbentuk paparan atau dialog tentang Kebudayaan dan tokoh-tokoh Islam

 

4.1.  Menulis kata, frasa,dan kalimat  dengan huruf, ejaan dan tanda baca yang tepat dan benar tentang Kebudayaan dan tokoh-tokoh Islam

4.2.  Mengungkapkan gagasan atau pendapat secara tertulis dalam kalimat dengan menggunakan kata, frasa, dan struktur yang benar tentang  kebudayaan dan tokoh-tokoh Islam

 

Keterangan 

Tema-tema tersebut menggunakan struktur kalimat الفعل المضارع المنصوب dan  الفعل المضارع المجزوم

 

f. Kelas XII, Semester 2

STANDAR KOMPETENSI KOMPETENSI DASAR
Menyimak  

1. Memahami informasi lisan berbentuk paparan atau dialog tentang hari-hari besar Islam dan kisah-kisah Islami

 

1.1 Mengidentifikasi bunyi, ujaran (kata, frasa atau kalimat ) dalam suatu konteks dengan tepat tentang hari-hari besar Islam dan kisah-kisah Islami

1.2 Menangkap makna dan gagasan atau ide dari berbagai bentuk wacana lisan tentang wawasan Islam secara  tepat tentang hari-hari besar Islam dan kisah-kisah Islami

 

Berbicara  

2 Mengungkapkan informasi secara lisan berbentuk paparan atau dialog tentang hari-hari besar Islam dan kisah-kisah Islami

 

2.1    Menyampaikan gagasan atau pendapat secara lisan sesuai konteks dengan lafal yang tepat tentang hari-hari besar Islam dan kisah-kisah Islami

2.2 Melakukan dialog sesuai konteks dengan tepat dan lancar  tentang hari-hari besar Islam dan kisah-kisah Islami

 

Membaca 

3.     Memahami wacana tulis berbentuk paparan atau dialog tentang hari-hari besar Islam dan kisah-kisah Islami

 

3.1 Melafalkan dan membaca nyaring kata, kalimat dan wacana tulis dengan tepat dan benar tentang hari-hari besar Islam dan kisah-kisah Islami

3.2 Mengidentifikasi bentuk dan tema wacana secara tepat dan benar tentang hari-hari besar Islam dan kisah-kisah Islami

3.3 Menemukan makna dan gagasan atau ide wacana tulis dengan tepat tentang hari-hari besar Islam dan kisah-kisah Islami

Menulis  

4. Mengungkapkan informasi secara tertulis berbentuk paparan atau dialog tentang hari-hari besar Islam dan kisah-kisah Islami

 

4.1    Menulis kata, frasa,dan kalimat  dengan huruf, ejaan dan tanda baca yang tepat dan benar tentang hari-hari besar Islam dan kisah-kisah Islami

4.2    Mengungkapkan gagasan atau pendapat secara tertulis dalam kalimat dengan menggunakan kata, frasa, dan struktur yang benar tentang hari-hari besar Islam dan kisah-kisah Islami

 

Keterangan  

Tema-tema menggunakan struktur kalimat

رفع الأسماء dan نصب الأسماء

 

6. Bahasa Arab (Program Bahasa)

a. Kelas XI, Semester 1

STANDAR KOMPETENSI KOMPETENSI DASAR
Menyimak  

1.      Memahami informasi lisan berbentuk paparan atau dialog tentang identitas diri dan kehidupan madrasah

 

 

1.1    Mengidentifikasi bunyi, ujaran (kata, frasa atau kalimat ) dalam suatu konteks dengan tepat

1.2    Menangkap makna dan gagasan atau ide dari berbagai bentuk wacana lisan secara  tepat

 

Berbicara  

2.      Mengungkapkan informasi secara lisan berbentuk paparan atau dialog tentang identitas diri dan kehidupan madrasah

 

 

2.1    Menyampaikan gagasan atau pendapat secara lisan tentang remaja  dengan lafal yang tepat

2.2    Menyampaikan gagasan atau pendapat secara lisan dengan lafal yang tepat

2.3    Melakukan dialog  sesuai konteks dengan tepat dan lancar

 

Membaca  

3.      Memahami wacana tulis berbentuk paparan atau dialog tentang identitas diri dan kehidupan madrasah

 

3.1    Melafalkan dan membaca nyaring kata, kalimat, dan wacana tulis dengan benar

3.2    Mengidentifikasi bentuk dan tema wacana secara tepat

3.3    Menemukan makna dan gagasan atau ide wacana tulis secara tepat

 

Menulis  

4.      Mengungkapkan informasi secara tertulis berbentuk paparan atau dialog tentang identitas diri dan kehidupan madrasah

 

4.1    Menulis kata, frasa,dan kalimat  dengan huruf, ejaan dan tanda baca yang tepat

4.2    Mengungkapkan gagasan atau pendapat secara tertulis dalam kalimat dengan menggunakan kata, frasa, dan struktur yang benar

 

b. Kelas XI, Semester 2

STANDAR KOMPETENSI KOMPETENSI DASAR
Menyimak 

1.   Memahami informasi lisan berbentuk paparan atau dialog tentang kehidupan keluarga dan kehidupan sehari-hari

 

1.2  Mengidentifikasi bunyi, ujaran (kata, frasa atau kalimat ) dalam suatu konteks dengan tepat

1.3  Menangkap makna dan gagasan atau ide dari berbagai bentuk wacana lisan secara  tepat

 

Berbicara  

2.      Mengungkapkan informasi secara lisan berbentuk paparan atau dialog tentang kehidupan keluarga dan kehidupan sehari-hari

 

2.1    Menyampaikan gagasan atau pendapat secara lisan sesuai konteks dengan lafal yang tepat

2.2    Melakukan dialog  sesuai konteks dengan tepat dan lancar

 

Membaca  

3.      Memahami wacana tulis berbentuk paparan atau dialog tentang kehidupan keluarga dan kehidupan sehari-hari

 

3.1    Melafalkan dan membaca nyaring kata, kalimat, dan wacana tulis secara tepat dan benar

3.2 Mengidentifikasi bentuk dan tema wacana secara tepat dan benar

3.3 Menemukan makna dan gagasan atau ide wacana secara tepat

 

Menulis  

4.      Mengungkapkan informasi secara tertulis berbentuk paparan atau dialog tentang kehidupan keluarga dan kehidupan sehari-hari

 

4.1 Menulis kata, frasa,dan kalimat  dengan huruf, ejaan   dan tanda baca yang tepat dan benar

4.2 Mengungkapkan gagasan atau pendapat secara tertulis dalam kalimat dengan menggunakan kata, frasa, dan struktur yang benar

 

c. Kelas XII, Semester 1

STANDAR KOMPETENSI KOMPETENSI DASAR
Menyimak 

1.      Memahami informasi lisan berbentuk paparan atau dialog tentang hobi dan wisata

 

 

1.1     Mengidentifikasi bunyi, ujaran

(kata, frasa atau kalimat) dalam suatu konteks dengan tepat

1.2     Menangkap makna dan gagasan atau

ide dari berbagai bentuk wacana lisan secara  tepat

 

Berbicara  

2.      Mengungkapkan informasi secara lisan berbentuk paparan atau dialog tentang hobi dan wisata

 

 

2.1    Menyampaikan gagasan atau pendapat secara lisan sesuai konteks dengan lafal yang tepat

2.2    Melakukan dialog  sesuai konteks dengan tepat dan

lancar

Membaca  

3.      Memahami wacana tulis berbentuk paparan atau dialog tentang kebudayaan dan tokoh-tokoh Islam

 

 

3.1   Melafalkan dan membaca nyaring

kata, kalimat dan wacana tulis

dengan benar

3.3    Mengidentifikasi bentuk dan tema

wacana secara tepat dan benar

3.4    Menemukan makna dan gagasan

atau ide wacana tulis secara tepat

 

Menulis  

4.      Mengungkapkan informasi secara tertulis berbentuk paparan atau dialog tentang kebudayaan dan tokoh-tokoh Islam

 

4.1    Menulis kata, frasa, dan kalimat dengan huruf, Ejaan, dan tanda baca yang tepat dan benar

4.2    Mengungkapkan gagasan atau pendapat secara tertulis dalam kalimat dengan menggunakan kata, frasa, dan struktur yang benar

 

e. Kelas XII, Semester 2

STANDAR KOMPETENSI KOMPETENSI DASAR
Mendengarkan 

1.      Memahami wacana lisan berbentuk paparan atau dialog sederhana tentang Pekerjaan

 

 

1.1    Mengidentifikasi bunyi, ujaran (kata, frasa atau kalimat) dalam suatu konteks dengan mencocokkan

dan membedakan secara tepat

1.2       Memperoleh informasi umum   dan/atau rinci dari berbagai bentuk wacana lisan sederhana secara tepat

 

Berbicara  

2 Mengungkapkan informasi sederhana secara lisan dalam bentuk paparan atau dialog tentang Pekerjaan

 

 

2.1    Menyampaikan berbagai informasi lisan dengan lafal dalam kalimat sederhana sesuai konteks yang mencerminkan kecakapan berbahasa yang santun dan tepat

2.2    Melakukan dialog  sederhana dengan lancar yang mencerminkan kecakapan berkomunikasi dengan santun dan tepat

 

Membaca  

3 Memahami wacana tulis berbentuk paparan atau dialog sederhana tentang Pekerjaan

 

 

3.1   Membaca nyaring kata, frasa, dan kalimat dalam wacana tertulis sederhana dengan tepat

3.2   Mengidentifikasi bentuk dan tema wacana sederhana secara tepat

3.3   Memperoleh berbagai informasi umum dan/atau rinci dari wacana tulis sederhana secara tepat

dengan mencari kata kunci, informasi umum atau rinci

 

Menulis  

4        Mengungkapkan informasi sederhana secara tertulis dalam bentuk paparan atau dialog tentang Pekerjaan

 

4.1   Menulis kata, frasa, dan kalimat dengan tepat

4.2  Mengungkapkan informasi secara tertulis dalam kalimat sederhana sesuai konteks yang mencerminkan kecakapan menggunakan kata atau frasa dalam kalimat dengan struktur dan tanda baca yang tepat

4.3   Mengungkapkan pendapat dan perasaan secara tertulis dengan lancar yang mencerminkan kecakapan menulis dengan tepat

 

PANDUAN  PENILAIAN

A. Pengertian Penilaian Hasil Belajar

1.     Penilaian pendidikan adalah proses pengumpulan dan pengolahan (menganalisis dan menafsirkan) data tentang proses dan hasil belajar peserta didik, sehingga menjadi informasi yang bermakna dalam  menentukan tingkat pencapaian hasil belajar peserta didik,

2.     Penilaian hasil belajar peserta didik yang dilaksanakan mengacu pada standar kompetensi lulusan untuk seluruh mata pelajaran atau kelompok mata pelajaran, yang mencakup sikap, pengetahuan dan keterampilan.

3.     Penilaian hasil belajar  pada jenjang pendidikan dasar dan menengah dilaksanakan oleh pendidik, satuan pendidikan, dan pemerintah.

4.     Penilaian hasil belajar oleh pendidik dilakukan secara berkesinambungan, bertujuan untuk memantau proses dan kemajuan belajar peserta didik serta untuk meningkatkan efektivitas kegiatan pembelajaran.

5.     Penilaian hasil belajar oleh satuan pendidikan dilakukan untuk menilai pencapaian kompetensi peserta didik pada semua mata pelajaran.

6.     Penilaian hasil belajar peserta didik dilaksanakan secara terencana dan berkesinambungan melalui berbagai kegiatan ulangan dan ujian.

7.     Ulangan adalah proses yang dilakukan untuk mengukur pencapaian kompetensi peserta didik secara berkelanjutan dalam proses pembelajaran, untuk memantau kemajuan, melakukan perbaikan pembelajaran, dan menentukan keberhasilan belajar peserta didik.

8.     Penilaian selama proses pembelajaran berlangsung dilakukan secara periodik melalui: ulangan harian, ulangan tengah semester, ulangan akhir semester dan ulangan kenaikan kelas.

B.    Prinsip, Teknik, Mekanisme dan Prosedur Penilaian

1.     Penilaian hasil belajar didasarkan pada prinsip-prinsip sebagai berikut:

a.     Sahih, didasarkan pada data yang mencerminkan kemampuan yang akan diukur.

b.     Obyektif, menggunakan prosedur dan kriteria penilaian yang jelas.

c.     Adil, tidak dipengaruhi oleh kondisi atau alasan tertentu yang dapat merugikan peserta didik, misalnya: kondisi fisik, agama, suku, budaya, adat, status sosial atau gender.

d.     Terpadu, tidak terpisahkan dari kegiatan pembelajaran.

e.     Terbuka, prosedur, kriteria dan dasar pengambilan keputusan yang digunakan dalam penilaian harus diketahui oleh pihak yang berkepentingan.

f.      Menyeluruh dan berkesinambungan, dalam arti semua indikator ditagih, kemudian hasilnya dianalisis untuk menentukan kompetensi  dasar yang telah dimiliki dan belum, serta mengetahui kesulitan peserta didik.

g.     Sistematis, terencana, bertahap dan mengikuti langkah-langkah baku.

h.     Beracuan kriteria, menilai apa yang bisa dilakukan peserta didik setelah mengikuti proses pembelajaran, dan bukan untuk menentukan posisi/ranking seseorang terhadap kelompoknya).

i.       Akuntabel, dapat dipertanggungjawabkan, baik dari segi teknik, prosedur maupun hasilnya.

2.     Penilaian hasil belajar oleh pendidik menggunakan berbagai teknik penilaian berupa: tes, observasi, penugasan perseorangan atau kelompok, dan bentuk lain yang sesuai dengan karakteristik kompetensi dan tingkat perkembangan peserta didik , seperti:

a.  Teknik tes berupa tes tertulis, tes lisan, dan tes praktik atau tes kinerja

b.  Teknik observasi atau pengamatan selama proses pembelajaran berlangsung dan/atau di luar kegiatan pembelajaran.

c.  Teknik penugasan baik perseorangan maupun kelompok dapat berbentuk tugas rumah dan/atau proyek.

3.     Penilaian hasil belajar yang diselenggarakan melalui ulangan tengah semester,  dan ulangan akhir semester, dan ulangan kenaikan kelas dilakukan oleh pendidik dibawah koordinasi satuan pendidikan.

4.     Hasil ulangan harian diinformasikan kepada peserta didik sebelum diadakan ulangan harian berikutnya. Peserta didik yang belum mencapai KKM harus mengikuti pembelajaran remidi.

Hasil penilaian oleh pendidik dan satuan pendidikan disampaikan dalam bentuk SATU NILAI pencapaian kompetensi mata pelajaran untuk masing-masing NILAI PENGETAHUAN dan NILAI PRAKTIK sesuai dengan karakteristik mata pelajaran yang bersangkutan, serta kualifikasi/predikat NILAI SIKAP, disertai dengan DESKRIPSI kemajuan belajar/ketercapaian kompetensi peserta didik sebagai pencerminan kompetensi utuh.

5.     Penilaian hasil belajar pada setiap kelompok mata pelajaran, sebagaimana diatur dalam PP 19/2005, Pasal 64,  dilakukan melalui aspek :

6.

 

No

 

Kelompok Mata Pelajaran

 

Kognitif

 

Psikhomotor

 

Afeksi

1 Agama  dan Akhlak Mulia
2 Pendidikan Kewarganegaraan
3 Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK) Disesuaikan dengan karakteristik materi yang dinilai
4 Estetika
5 Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan

Mengacu pada prinsip penilaian tersebut di atas, berikut ini tabel dari tiap mata pelajaran dengan ketiga aspek pengetahuan, praktik, dan sikap (Afektif). Tanda blok    (¾) pada Pengetahuan dan Praktik menunjukkan bahwa aspek tersebut sangat tipis (tidak dominan ) untuk dinilai secara mandiri.

 

Komponen

Aspek Penilaian Yang Dominan  

Keterangan

Penge 

tahuan

Prak 

tik

Sikap
Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam 

(untuk agama lainnya disesuaikan dengan karakteristik masing-masing)

Pendidikan Agama berfungsi untuk : pengembangan keimanan dan ketaqwaan, penanaman dan pengamalan nilai ajaran Islam, penyesuaian mental terhadap lingkungan, pencegahan dari hal-hal yang negatif. 

Ketiga aspek Pengetahuan, praktik, dan afektif/sikap, proses penilaiannya dilaksanakan secara menyeluruh dan terpadu, sebagai contoh:

Aspek Pengetahuan, dominan pada pembelajaran Alqur’an, Aqidah, Syariah, Tarikh dan Muammalah,

sholat, membaca al Qur’an/al Kitab, berkhotbah, dsb.nya

Aspek Sikap, yang terkait dengan mata pelajaran dominan pada aspek penanaman nilai – nilai akhlak.

Mata Pelajaran 

Pendidikan Kewarganega-

raan

 

Pendidikan Kewarganegaraan berfungsi sebagai wahana untuk membentuk  warga negara yg. Cerdas, terampil dan berkarakter setia kepada bangsa dan Negara yang mampu merefleksikan dalam kebiasaan berfikir dan bertindak sesuai amanat Pancasila dan UUD 1945. 

Aspek yang dinilai lebih dominan pada:

Aspek Pengetahuan mencakup: peningkatan pemahaman  konsep dan fakta tentang hakikat berbangsa dan bernegara yang sesuai dengan amanat Pancasila dan UUD 1945. Penggunaan berbagai metode seperti: kooperatif, penemuan, inkuiri, interaktif, eksploratif, berfikir kritis, dan pemecahan masalah, dimaksudkan untuk meningkatkan efektifitas pembelajaran (bukan praktik), yang penilaiannya terintegrasi / terpadu di dalam aspek pengetahuan.

Aspek Sikap yang terkait dengan mata pelajaran mencakup: pembentukan karakter bangsa yang adaptif terhadap keberagaman, mampu berpikir kritis dan memiliki kepedulian yang tinggi terhadap lingkungan sosial, politik, ekonomi, budaya dan keamanan, dan mampu menerapkan dalam kehidupan sehari-hari.

 

Mata Pelajaran 

Bahasa  Indonesia

 

Bahasa Indonesia berfungsi sebagai alat  untuk : berkomunikasi (mengakses/bertukar informasi), pemersatu bangsa, sarana pelestarian dan peningkatan budaya, sarana peningkatan pengetahuan dan keterampilan IPTEK. 

Aspek yang dominan meliputi aspek pengetahuan, praktik dan afektif.

Aspek Pengetahuan, yang dinilai mencakup kemampuan: Menyimak, membaca, dan kebahasaan (tata bahasa dan kosa kata) serta apresiasi  sastra. Penilaian seluruh  kemampuan dimaksud dilakukan secara terpadu, menyeluruh dan terintegrasi.

Aspek praktik dapat dinilai dari kemampuan berpidato, dan membuat karangan menggunakan tata bahasa dan kosa kata yang tepat.

Aspek Sikap yang terkait dengan mata pelajaran mencakup:  santun dalam berkomunikasi, responsif dalam mendengarkan dan mampu menyampaikan pendapat/ pertanyaan sesuai dengan kaidah berbahasa Indonesia yang baik dan benar, dan antusias dalam membaca,

Mata Pelajaran 

Bahasa Inggris dan Bahasa Asing Lain.

Bahasa Inggris dan Bahasa Asing lain, berfungsi sebagai alat untuk berkomunikasi dalam rangka mengakses dan bertukar informasi secara global, untuk membina hubungan interpersonal, dan meningkatkan wawasan tentang budaya bangsa asing (wawasan internasional). Aspek yang dominan meliputi aspek pengetahuan, praktik dan afektif, yang proses penilaiannya berjangka panjang dan bertahap. 

Aspek Pengetahuan mencakup kemampuan : mendengarkan (listening), berbicara (speaking), membaca (reading), menulis (writing) dan Kebahasaan/linguistik serta sosiokultural. Penilaian seluruh kemampuan dimaksud dilakukan secara terpadu, menyeluruh dan terintegrasi.

Aspek Praktik dapat dinilai dari kemampuan berbicara dan mengarang menggunakan tata bahasa dan kosa kata yang tepat.

Aspek Sikap yang terkait dengan mata pelajaran mencakup: santun dalam berkomunikasi, responsif dalam mendengarkan dan mampu menyampaikan pendapat/ pertanyaan sesuai dengan kaidah berbahasa (Inggris dan bahasa Asing lain) yang baik dan benar, dan antusias dalam membaca,

 

Mata Pelajaran 

Matematika

 

Matematika berfungsi untuk mengembangkan kemampuan menghitung, mengukur, menurunkan, menggunakan rumus matematika untuk memecahkan masalah , dan  mengkomunikasikan gagasan melalui grafik, peta, diagram atau secara lisan/kalimat. 

Aspek yang dominan meliputi aspek pengetahuan dan sikap/ afektif, sebagai contoh:

Aspek Pengetahuan mencakup : pemahaman terhadap konsep, prosedur /proses menghitung, dan kemampuan penalaran dan pemecahan masalah.

Aspek Praktik pada mata pelajaran ini kurang dominan, karena hanya sebagian kecil saja KD yang dapat dinilai praktiknya seperti : menggambar/mengukur ruang/sudut. Penggunaan peralatan seperti : kalkulator, komputer, alat peraga atau media lain, hanya untuk meningkatkan efektifitas pembelajaran, yang penilaiannya terintegrasi/terpadu dalam aspek pengetahuan.

Aspek Sikap yang terkait dengan mata pelajaran ini ,menitikberatkan pada sikap ilmiah yang mencakup: ketelitian, ketekunan, dan kemampuan memecahkan masalah secara logis dan sistematis.

 

Mata Pelajaran 

Fisika, Kimia dan Biologi

 

Fisika, Kimia, dan Biologi berfungsi untuk menumbuhkan kesadaran terhadap keteraturan dan keindahan ciptaan Tuhan, meningkatkan pemahaman konsep dan prinsip-prinsip melalui sejumlah keterampilan proses dan sikap ilmiah. Keterampilan proses mencakup: pengamatan, pembuatan hipotesis, penggunaan alat dan bahan  yang dilaksanakan melalui kegiatan praktik, sesuai dengan prosedur dan keselamatan kerja. 

Ketiga aspek (pengetahuan, praktik dan sikap/afektif) memiliki bobot penilaian yang proporsional. Proses penilaiannya dilaksanakan secara menyeluruh dan terpadu, sebagai contoh:

Aspek Pengetahuan mencakup : pemahaman konsep yang berfungsi untuk menunjang pelaksanaan praktik.

Aspek praktik mencakup keterampilan proses dan ketrampilan sains yang dilaksanakan melalui praktikum.

Aspek Sikap yang terkait dengan mata pelajaran, menitik beratkan pada sikap ilmiah yang mencakup: ketelitian, ketekunan, dan kemampuan memecahkan masalah secara logis dan sistematis.

 

Mata Pelajaran 

Sejarah, Geografi, Sosiologi  & Antropologi

Mata pelajaran ini secara umum berfungsi untuk: menumbuhkan kesadaran peserta didik tentang terjadinya perubahan dan perkembangan masyarakat dalam dimensi waktu (MP. Sejarah), menanamkan pengetahuan tentang pola keruangan dan proses alam yang terjadi pada bumi (MP. Geografi), meningkatkan kemampuan peserta didik dalam mengaktualisasikan diri dan  mengungkapkan status dan peran peserta didik dalam kehidupan sosial dan budaya (MP. Sosiologi), dan meningkatkan penghargaan/ kebanggaan terhadap budaya terutama di bidang bahasa, seni dan kepercayaan di lingkungan masyarakat Indonesia (MP. Antropologi). Aspek penilaian yang dominan adalah aspek Pengetahuan dan Sikap/Afektif, sedangkan Aspek praktik sifatnya hanya menunjang dalam proses pembelajaran, sebagai contoh: 

Aspek Pengetahuan mencakup: pemahaman fakta, konsep, dan melakukan penelaahan / analisis  secara rasional tentang berbagai hal yang terkait dengan bidang kajian masing-masing mata pelajaran. Penggunaan berbagai peralatan seperti alat peraga, atau kegiatan pembelajaran di luar kelas/sekolah (kunjungan), dimaksudkan untuk meningkatkan efektivitas pembelajaran (bukan praktik), yang penilaiannya terintegrasi/terpadu di dalam aspek pengetahuan.

Aspek Sikap yang terkait dengan mata pelajaran mencakup: menanamkan semangat kebangsaan, cinta tanah air, kebersamaan /kekeluargaan, semangat perjuangan dan kompetisi, menghargai perbedaan,  menghargai budaya dan karya artistik bangsa, menghargai kekayaan alam ciptaan Tuhan YME.

 

Mata Pelajaran 

Ekonomi

 

MP. Ekonomi berfungsi untuk  meningkatkan pemahaman peserta didik tentang konsep, teori, kenyataan dan peristiwa ekonomi di lingkungan masyarakat, serta memiliki jiwa kewirausahaan. Bidang kajian Akuntansi dalam mata pelajaran Ekonomi berfungsi  untuk: mengembangkan pengetahuan, keterampilan dan sikap rasional, teliti, jujur dan bertanggungjawab dalam pengadministrasian laporan keuangan. 

Aspek yang dominan pada mata pelajaran Ekonomi adalah aspek pengetahuan dan afektif. Sedangkan aspek praktik sifatnya hanya penunjang proses pembelajaran, sebagai contoh:

Aspek Pengetahuan mencakup pemahaman konsep, teori, fakta/peristiwa/perilaku ekonomi dan penerapannya dalam kehidupan sehari-hari. Pelaksanaan pembukuan dalam bidang akuntansi merupakan aplikasi pengetahuan di bidang akuntansi (bukan praktik), yang penilaiannya terintegrasi/ terpadu dalam aspek pengetahun.

Aspek Sikap yang terkait dengan mata pelajaran ini mencakup: kemampuan memecahkan masalah yang berkaitan dengan ekonomi, menanamkan sikap teliti, jujur  dan memiliki jiwa kewirausahaan.

 

Mata Pelajaran Seni Budaya Mata pelajaran Seni Budaya berfungsi untuk menumbuhkembangkan sikap toleransi, demokrasi, beradab, hidup rukun dan mampu mengembangkan kemampuan imajinatif intelektual, ekspresi melalui seni, mengembangkan kepekaan rasa, keterampilan dan mampu memamerkan karya seni. 

Aspek Pengetahuan pada mata  pelajaran ini hanya berfungsi sebagai ranah pendukung dalam melaksanakan berbagai aktivitas seni, yang penilaiannya terintegrasi dan terpadu di dalam aspek praktik.

Aspek  praktik merupakan ranah yang dominan, karena pembelajaran Seni Budaya  berupa aktivitas fisik dan cita rasa keindahan, yang tertuang dalam kegiatan berekspresi, bereksplorasi, berapresiasi dan berkreasi melalui bahasa rupa, bunyi, gerak dan peran.

Aspek Sikap yang dominan pada mata pelajaran seni budaya adalah pengembangan kepekaan rasa, toleransi, menghargai/ mengapreasi karya seni dan daya kreativitas.

 

Mata Pelajaran Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan Pendidikan Jasmani, olahraga dan kesehatan  merupakan media untuk mendorong perkembangan keterampilan motorik, kemampuan fisik, pengetahuan, penalaran, penghayatan nilai (sikap-mental-emosional-spiritual-sosial), dan pembiasaan pola hidup sehat. 

Aspek Pengetahuan pada mata pelajaran ini mencakup pengetahuan mengenai kesehatan dan berbagai macam penyakit. Aspek praktik merupakan ranah yang sangat dominan, karena pembelajarannya lebih menekankan pada aktivitas motorik.

Aspek Sikap yang dominan dalam  mata pelajaran ini adalah pembentukan nilai dan pembiasaan pola hidup sehat.

 

Mata Pelajaran Teknologi Informasi dan Komunikasi Teknologi informasi dan komunikasi (TIK) berfungsi untuk meningkatkan pengetahuan tentang  sarana TIK, dan kemampuan menggunakan sarana TIK secara optimal. 

Aspek Pengetahuan, mencakup pengetahuan tentang sarana (hardware) dan program (software) yang diperlukan dalam penggunaan  TIK pada kehidupan sehari-hari, dan kemampuan menggali dan mengelola informasi serta melakukan komunikasi.

Aspek Praktik mencakup kemampuan menggunakan dan memelihara sarana TIK.

Aspek Sikap yang terkait dalam mata pelajaran ini mencakup kemampuan belajar mandiri, memecahkan masalah, dan meningkatkan rasa percaya diri.

 

Muatan Lokal Muatan lokal merupakan kegiatan kurikuler untuk mengembangkan kompetensi peserta didik yang disesuaikan dengan ciri khas dan potensi daerah. Aspek yang dinilai, disesuaikan dengan karakteristik jenis program muatan lokal yang dilaksanakan dan diikuti oleh peserta didik. 

 

C.    Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM)

1.     Kriteria ketuntasan minimal (KKM)  adalah kriteria ketuntasan belajar (KKB) yang ditentukan oleh satuan pendidikan. KKM pada akhir jenjang satuan pendidikan untuk kelompok mata pelajaran selain ilmu pengetahuan dan teknologi merupakan batas ambang kompetensi (Permendiknas Nomor: 20/2007 tentang Standar Peniaian Pendidikan, Pengertian butir 10).

2.     Nilai ketuntasan belajar untuk aspek kompetensi pengetahuan dan praktik  dinyatakan dalam bentuk bilangan bulat, dengan rentang  0 -100.

3.     Penetapan KKM dilakukan oleh dewan pendidik pada awal tahun pelajaran melalui proses penetapan KKM setiap Indikator, KD, SK  menjadi KKM mata pelajaran, dengan mempertimbangkan, hal-hal sebagai berikut:

a.     Tingkat kompleksitas (kesulitan dan kerumitan) setiap KD yang harus dicapai oleh peserta didik.

b.     Tingkat kemampuan (intake) rata-rata siswa pada sekolah yang bersangkutan.

c.     Kemampuan sumber daya pendukung dalam penyelenggaraan pembelajaran pada masing-masing sekolah.

4.     Ketuntasan belajar setiap indikator, KD, SK dan mata pelajaran yang telah ditetapkan dalam suatu kompetensi  dasar berkisar antara 0 – 100 %. Kriteria ideal ketuntasan untuk masing-masing indikator 75 %.

5.     Satuan pendidikan dapat menentukan kriteria ketuntasan minimal  (KKM) dibawah nilai ketuntasan belajar ideal, namun secara bertahap harus meningkatkan kriteria ketuntasan belajar secara terus menerus untuk mencapai kriteria ketuntasan ideal.

6.     KKM tersebut dicantumkan dalam LHB (berlaku untuk pengetahuan maupun praktik) dan harus diinformasikan kepada seluruh warga sekolah dan orang tua peserta didik.

D.    Kenaikan Kelas Kelulusan

1.     Dilaksanakan pada setiap akhir tahun pelajaran atau setiap semester genap.

2.     Kenaikan kelas didasarkan pada penilaian hasil belajar pada semerter genap, dengan pertimbangan seluruh SK/KD yang belum tuntas pada semester ganjil, harus dituntaskan sampai mencapai KKM yang ditetapkan, sebelum akhir semester genap. Hal ini sesuai dengan  prinsip belajar tuntas  (mastery learning), dimana peserta yang belum mencapai ketuntasan belajar sesuai dengan KKM yang ditetapkan, maka yang bersangkutan harus mengikuti pembelajaran remidi sampai yang bersangkutan mampu mencapai KKM dimaksud.

Artinya, nilai kenaikan kelas harus tetap memperhitungkan hasil belajar peserta didik selama satu tahun pelajaran yang sedang berlangsung.

3.     Peserta didik dinyatakan tidak naik ke kelas XI, apabila yang bersangkutan tidak mencapai ketuntasan belajar minimal, lebih dari 3 (tiga) mata pelajaran.

4.     Peserta didik dinyatakan  tidak naik ke kelas  XII, apabila yang bersangkutan tidak mencapai ketuntasan belajar  minimal, lebih dari 3 (tiga) mata pelajaran yang bukan mata pelajaran ciri khas program, atau yang bersangkutan tidak mencapai ketuntasan belajar  minimal pada salah satu atau lebih mata pelajaran ciri khas program.

Sebagai contoh: Bagi Peserta didik Kelas XI

a.  Program IPA, tidak boleh memiliki nilai yang tidak tuntas  pada mata pelajaran Fisika, Kimia, dan Biologi.

b.  Program IPS, tidak boleh memiliki nilai yang tidak tuntas  pada mata pelajaran Geografi, Ekonomi, dan Sosiologi.

c.  Program Bahasa, tidak boleh memiliki nilai yang tidak tuntas (kurang) pada mata pelajaran Antropologi, Sastra Indonesia, dan Bahasa Asing lainnya yang menjadi pilihan.

5.      Di sekolah kami, kenaikan kelas juga mempertimbangkan kehadiran di kelas mencapai minimal 90%.

Dengan mengacu kepada ketentuan PP 19/2005 Pasal 72 Ayat (1), peserta didik dinyatakan lulus dari MAN 1 Metro setelah memenuhi persyaratan berikut, yaitu:

a.   menyelesaikan seluruh program pembelajaran;

b.    memperoleh nilai minimal baik pada penilaian akhir untuk seluruh mata pelajaran kelompok mata pelajaran agama dan akhlak mulia, kelompok kewarganegaraan dan kepribadian, kelompok mata pelajaran estetika, dan kelompok mata pelajaran jasmani, olahraga, dan kesehatan;

c.    lulus ujian madrasah untuk kelompok mata pelajaran ilmu pengetahuan dan teknologi;

d.  lulus Ujian Nasional;

e  Di sekolah kami, kelulusan juga mempertimbangkan kehadiran di kelas             mencapai minimal 90%.

E.    Penjurusan

1.      Waktu penentuan dan pelaksanaan penjurusan

a.     Penentuan penjurusan bagi peserta didik untuk program IPA, IPS dan Bahasa dilakukan mulai akhir semester 2 (dua) kelas X.

b.     Pelaksanaan  KBM sesuai program jurusan, dimulai pada semester 1 (satu) kelas XI.

2.      Kriteria penjurusan program

Penentuan penjurusan program dilakukan dengan mempertimbangkan potensi, minat dan kebutuhan peserta didik, yang harus dibuktikan dengan hasil prestasi akademik yang sesuai dengan kriteria nilai yang ditetapkan oleh satuan pendidikan. Apabila terjadi perbedaan antara potensi/minat dengan nilai akademik seorang peserta didik, maka guru harus mengkaji dan melakukan perbaikan dalam memberikan layanan belajar kepada yang bersangkutan.

a.     Potensi dan Minat  Peserta Didik

Untuk mengetahui potensi dan minat peserta didik dapat dilakukan melalui angket/kuesioner dan wawancara, atau cara lain yang dapat digunakan untuk mendeteksi potensi, minat, dan bakat.

b.     Nilai akademik

Peserta didik  yang naik ke kelas XI dan akan mengambil program  tertentu yaitu: Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) atau Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) atau Bahasa: boleh memiliki nilai yang tidak tuntas paling banyak 3 (tiga) mata pelajaran pada mata pelajaran-mata pelajaran yang bukan menjadi ciri khas program tersebut (lihat Struktur Kurikulum).

Peserta didik yang naik ke kelas XI, dan yang bersangkutan mendapat nilai tidak tuntas 3 (tiga) mata pelajaran, maka nilai tersebut harus dijadikan dasar untuk menentukan program yang dapat diikuti oleh peserta didik, contoh :

  • Apabila mata pelajaran yang tidak tuntas adalah Fisika, Kimia dan Geografi (2 mata pelajaran ciri khas program IPA dan 1 ciri khas program IPS), maka siswa tersebut secara akademik dapat dimasukkan ke program Bahasa.
  • Apabila mata pelajaran yang tidak tuntas adalah Bahasa  Indonesia,  Bahasa Inggris, dan Fisika, (2 mata pelajaran ciri khas Bahasa dan 1 ciri khas IPA), maka siswa tersebut secara akademik dapat dimasukkan ke program IPS.
  • Apabila mata pelajaran yang tidak tuntas adalah Ekonomi, Sosilologi, dan Bahasa Inggris (2 mata pelajaran ciri khas program IPS dan 1 ciri khas program Bahasa), maka peserta didik  tersebut secara akademik dapat dimasukkan ke program IPA.
  • Apabila mata pelajaran yang tidak tuntas adalah Fisika, Ekonomi, dan Bahasa Indonesia (mencakup semua mata pelajaran yang menjadi ciri khas ketiga program di SMA) maka peserta didik tersebut:

–          perlu diperhatikan minat peserta didik.

–          perlu diperhatikan prestasi Pengetahuan, Praktik dan Sikap pada mata pelajaran yang menjadi ciri khas program IPA seperti Fisika, Kimia, dan Biologi dibandingkan dengan mata pelajaran yang menjadi ciri khas program IPS ( Ekonomi, Geografi, Sosiologi) dan dibandingkan dengan mata pelajaran yang menjadi ciri khas program Bahasa (Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris). Perbandingan nilai prestasi siswa dimaksud dapat dilakukan melalui program remidial dan diakhiri dengan ujian. Apabila pada nilai dari setiap mata pelajaran yang menjadi ciri khas program tertentu terdapat nilai prestasi yang lebih unggul daripada program lainya, maka siswa tersebut dapat dijuruskan ke program yang nilai prestasi mata pelajarannya lebih unggul tersebut. Apabila antara minat dan prestasi ketiga aspek tidak cocok/sesuai, wali kelas dengan pertimbangan masukan dari guru Bimbingan dan Konseling dapat memutuskan program apa yang dapat dipilih oleh peserta didik.

3.     Bagi peserta didik yang memenuhi persyaratan untuk masuk ke semua program, diberi kesempatan untuk pindah jurusan apabila ia tidak cocok pada program semula atau tidak sesuai dengan kemampuan dan kemajuan belajarnya.  Sekolah harus memfasilitasi agar peserta didik dapat mencapai standar kompetensi dan kompetensi dasar yang harus dimiliki di kelas baru.

4.     Batas waktu untuk pindah program ditentukan oleh sekolah paling lambat 1 (satu) bulan.

5.     Satuan pendidikan dapat menambah kriteria penjurusan sesuai dengan karakteristik dan kebutuhan  setiap satuan pendidikan.

F.    Pindah Sekolah

1.     Sekolah harus memfasilitasi adanya peserta didik yang pindah sekolah:

a.     Antarsekolah pelaksana KTSP;

b.     Antara sekolah pelaksana Kurikulum 1994, Kurikulum 2004 dengan sekolah pelaksana  KTSP.

2.     Untuk pelaksanaan pindah sekolah (masuk atau keluar) lintas Provinsi dan Kabupaten/Kota disesuaikan dengan peraturan yang berlaku pada masing-masing Dinas Pendidikan Provinsi dan Kabupaten/Kota.

3.     Sekolah dapat menentukan persyaratan pindah/mutasi peserta didik sesuai dengan prinsip manajemen berbasis sekolah, antara lain mencakup hal-hal sebagai berikut:

a.     Menyesuaikan bentuk laporan hasil belajar (LHB) dari sekolah asal sesuai dengan bentuk raport yang digunakan di sekolah tujuan.

b.     Melakukan tes atau program matrikulasi  bagi siswa pindahan.

CARA PENGISIAN LAPORAN HASIL BELAJAR

A. Laporan Hasil Belajar (LHB) Peserta Didik

1.     Satuan Pendidikan membuat laporan hasil penilaian mata pelajaran untuk semua kelompok mata pelajaran pada akhir semester dalam bentuk buku laporan pendidikan (raport), dan menyampaikan laporan dimaksud kepada orang tua/wali peserta didik.

2.     Laporan hasil belajar peserta didik oleh satuan pendidikan harus dapat menggambarkan pencapaian kompetensi peserta didik pada semua mata pelajaran. Sesuai dengan ketentuan yang diatur dalam Peraturan Pemerintah No. 19 tahun 2005 pasal 25 ayat (4) dijelaskan bahwa, Kompetensi Lulusan mencakup SIKAP, PENGETAHUAN dan KETERAMPILAN, oleh karena itu penilaian hasil belajar harus mencerminkan ketiga aspek kompetensi dimaksud dengan mempertimbangkan karakteristik masing-masing mata pelajaran.

3.     Bentuk LHB dapat berupa buku atau lembaran, dengan catatan harus memenuhi seluruh komponen LHB, yang mencakup 1) identitas peserta didik, 2) format nilai hasil belajar peserta didik, 3) format ketercapaian kompetensi peserta didik, 4)  program pengembangan diri, 5) akhlak mulia dan kepribadian, 6) ketidakhadiran, 7) catatan wali kelas, 8) keterangan pindah sekolah, dan 9) catatan prestasi peserta didik.

4.     Nilai laporan hasil belajar per semester merupakan nilai kumulatif dari hasil pencapaian standar kompetensi (SK) dan kompetensi dasar (KD) selama peserta didik mengikuti pembelajaran pada semester yang terkait, yang diperoleh melalui ulangan harian, ulangan tengah semerter, ulangan akhir semester dan ulangan kenaikan kelas (untuk semester genap) termasuk hasil remedial. Hal ini sesuai dengan karakteristik  Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan yang dikembangkan berbasis kompetensi. Proses pembelajaran berbasis kompetensi menerapkan prinsip pembelajaran tuntas (mastery learning) dan penilaian berkelanjutan.

5.     Pengisian LHB dapat dilakukan secara manual atau komputerisasi.

6.     Penulisan buku induk dapat dilakukan secara manual atau komputerisasi (disesuaikan dengan pelaksanaan penulisan LHB).

7.     LHB disampaikan kepada peserta didik dan orang tua/wali peserta didik setiap akhir semester.

B. Pengisian Format/Tabel Laporan Hasil Belajar

1. Identitas Peserta Didik

Cukup Jelas

2. Tabel Nilai Hasil Belajar

a.     Kolom PENGETAHUAN diisi dengan nilai kumulatif dari hasil pencapaian SK dan KD untuk aspek kompetensi pengetahuan  peserta didik setiap mata pelajaran dan muatan lokal per semester.

Nilai pengetahuan mencakup aspek pengetahuan konsep sampai dengan aspek penerapan, analisis, sintesis dan evaluasi, yang diperoleh melalui berbagai teknik penilaian berupa tes tertulis dan lisan (wawancara/presentasi dll), observasi atau pengamatan, penugasan perseorangan atau kelompok, dan bentuk lain sesuai dengan karakteristik  mata pelajaran. Nilai pengetahuan harus sesuai tuntutan kompetensi dasar yang harus dikuasai oleh peserta didik.

Nilai Pengetahuan ditulis secara kuantitatif dalam bentuk bilangan bulat dan huruf, dengan menggunakan skala 0 – 100. Contoh: dalam  angka :  75 dalam  huruf  Tujuh puluh lima.

b.     Kolom PRAKTIK diisi dengan nilai kumulatif dari hasil pencapaian  SK dan KD yang penilaian hasil belajarnya dilakukan melalui tes praktik atau tes kinerja. Nilai praktik hanya diberlakukan untuk mata pelajaran tertentu yang SK dan KD nya menuntut peserta didik untuk mampu mempraktikkan atau melaksanakan tugas dengan cara yang benar dan hasil yang baik, seperti mata pelajaran: Fisika, Kimia, Biologi, Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan, Seni Budaya, Bahasa, dan Teknologi Informasi dan Komunikasi. Sedangkan untuk mata pelajaran Pendidikan Agama disesuaikan dengan kegiatan pembelajaran yang dilaksanakan di masing-masing satuan pendidikan.

Nilai praktik mencakup ranah/aspek penilaiaan yaitu: KOGNITIF (penguasaan pengetahuan, penerapan), PSIKOMOTOR (keterampilan dan teknik dalam melakukan tugas serta kesesuaian dengan standar operasional prosedur), yang seluruh hasil penilaiannya terintegrasi dalam satu nilai yang dituliskan dalam kolom praktik.

Pencantuman nilai praktik secara mandiri dalam laporan hasil belajar, dimaksudkan agar  kegiatan pembelajaran di sekolah benar-benar dilaksanakan sesuai dengan karakteristik kompetensi yang harus dikuasai oleh peserta didik pada setiap  SK dan KD per mata pelajaran atau muatan lokal.

Nilai praktik dicantumkan secara kuantitatif dalam bentuk bilangan bulat  dan huruf (seperti contoh pada butir 1).

c.     Kolom SIKAP diisi dengan hasil penilaian sikap pada setiap mata pelajaran dan muatan lokal, yang diperoleh melalui observasi atau pengamatan guru terhadap peserta didik selama proses pembelajaran  berlangsung.

Kriteria penilaian sikap peserta didik ditunjukkan dalam bentuk antara lain:

motivasi dan minat belajar, kerjasama, disiplin, ketekunan, ulet (tidak mudah menyerah), sportif, percaya diri (kemandirian), ketelitian, kemampuan memecahkan masalah, kritis, berfikir logis dan ilmiah, kreatifitas, santun dalam berkomunikasi, responsif dalam mendengarkan dan mampu menyampaikan pendapat/pertanyaan sesuai dengan kaidah berbahasa yang baik dan benar (dalam  B. Indonesia dan B. Asing), antusias dalam membaca, memiliki kepedulian dengan lingkungan (sosial, budaya, ekonomi dan politik), suka menolong, suka beramal, menghargai dan menghormati orang lain, santun dalam bersikap, berlaku jujur, memiliki jiwa kewirausahaan, atau bentuk lainnya sesuai dengan karakteristik masing-masing mata pelajaran.

Pencantuman Nilai sikap secara mandiri dalam LHB, dimaksudkan agar setiap pendidik memiliki data tentang sikap peserta didik pada saat mengikuti pembelajaran. Selanjutnya data dimaksud, selain dapat dimanfaatkan untuk memperbaiki cara belajar peserta didik dan cara mengajar guru, juga dapat digunakan sebagai bahan masukan bagi guru mata pelajaran Pendidikan Agama dalam membuat penilaian akhlak mulia dan kepada guru mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan dalam membuat penilaian kepribadian peserta didik, sebagaimana ditetapkan dalam standar penilaian pendidikan.

Nilai Sikap  dicantumkan dalam bentuk  Predikat, dengan klasifikasi Tinggi,   Sedang, dan Rendah, atau Amat Baik, Baik, Cukup, Kurang. Penetapan kriteria dan skor penilaian untuk setiap klasifikasi dimaksud, diserahkan kepada masing-masing sekolah.

Contoh: Cara Pengisian Laporan Hasil Belajar (LHB) Peserta Didik:

 

No

 

Komponen

Nilai Hasil Belajar
Kriteria 

Ketuntasan

Minimal

 

Pengetahuan

 

Praktik

 

Sikap

(KKM) Angka Huruf Angka Huruf Predikat
A Mata Pelajaran
1 Pendidikan Agama 70 89 Delapan puluh  sembilan B
2 Pendidikan Kewarganegaraan 65 68 Enam puluh delapan B
3 Bahasa Indonesia 65 74 Tujuh puluh  empat 70 Tujuh puluh B
4 Bahasa Inggris 60 59 Lima puluh sembilan 70 Tujuh puluh B
5 Matematika 60 60 Enam puluh B
6 Fisika 60 60 Enam puluh 70 Tujuh puluh B
7 Biologi 65 60 Enam puluh 70 Tujuh puluh B
8 Kimia 65 65 Enam puluh lima 65 Enam puluh lima B
9 Sejarah 65 69 Enam puluh sembilan B
10 Geografi 65 65 Enam puluh lima B
11 Ekonomi 65 65 Enam puluh lima B
12 Sosiologi 60 77 Tujuh puluh  tujuh B
13 Seni Budaya 65 65 Enam puluh lima C
14 Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan 65 72 Tujuh puluh dua 80 Delapan puluh B
15 Teknologi Informasi dan Komunikasi 65 65 Enam puluh lima 66 Enam puluh  enam B
16 Keterampilan/ 

Bahasa Asing **)

Bhs. Jepang

 

65 65 Enam puluh lima 70 Tujuh puluh B
B Muatan Lokal  

1. Web desain

 

65 65 Enam puluh lima 74 Tujuh puluh empat B

3.     Tabel Ketercapaian Kompetensi Peserta Didik

Kolom ketercapaian Kompetensi diisi dengan uraian singkat/deskripsi yang menggambarkan tingkat pencapaian kompetensi utuh peserta didik untuk setiap mata pelajaran.

Deskripsi pencapaian kompetensi mencakup seluruh SK/KD yang telah mencapai ketuntasan belajar atau SK/KD yang belum mencapai ketuntasan belajar. Apabila pada salah satu semester terdapat SK/KD mata pelajaran tertentu yang belum mencapai ketuntasan belajar dalam semester yang bersangkutan, maka laporan hasil pencapaian kompetensi peserta didik setelah dilakukan program remidi,  dicantumkan pada semerter berikutnya.

Contoh : Pengisian Kolom Ketercapaian Kompetensi

No Komponen Ketercapaian Kompetensi
A Mata Pelajaran
1 Pendidikan Agama 

 

Demokrasi dan sifat-sifat tercela, Zakat dan Haji beserta hikmahnya, wakaf dan Islam pada masa Bani Abbasyiah semua sudah mencapai KKM
2 Pendidikan Kewarganegaraan Dasar Negara dan konstitusi sudah mencapai KKM tetapi prinsip demokrasi, hubungan Internasional belum  mencapai KKM
3 Bahasa Indonesia Informasi bacaan, sastra melayu klasik, rangkuman pendapat, artikel, indeks, tabel, grafik, formulir, cerpen sudah mencapai KKM, tetapi resensi, cerita rakyat, cerita lucu dan pidato belum mencapai KKM
4 Bahasa Inggris Keterampilan menyimak, membaca, menulis dan berbicara sudah mencapai  KKM tetapi penguasaan vocabulary perlu ditingkatkan.
5 Matematika Kompetensi tentang mendefinisikan rumus dan penguasaan tentang materi yang berhubungan dengan ruang/dimensi tiga sudah mencapai KKM tetapi  masih perlu ditingkatkan/latihan.
6 Fisika Listrik dinamis, suhu dan kalor sudah mencapai KKM sedangkan gelombang dan Optik belum mencapai KKM
7 Biologi Eko sistem sudah mencapai KKM tetapi kingdom Plantea serta invertebrata belum mencapai KKM
8 Kimia Persamaan reaksi, hukum dasar kimia, konsep mol, stoiklometri dan reaksi redoks sudah mencapai KKM sedangkan hidrokarbon dan minyak bumi belum mencapai KKM.
9 Sejarah Kehidupan awal masyarakat di kepulauan Indonesia, perkem-bangan manusia purba di Indonesia sudah mencapai KKM, tetapi perkem-bangan sosial, ekonomi dan budaya manusia purba di Indonesia belum mencapai KKM
10 Geografi Litosfir sudah mencapai KKM tetap klimatologis dan hidrosfir belum mencapai KKM.
11 Ekonomi Bentuk-bentuk pasar, pasar uang, pasar modal, P.Berjangka sudah mencapai KKM tetapi P.T.Kerja, biaya, penerimaan, rugi/ laba, koperasi sekolah belum mencapai KKM.
12 Sosiologi Sosialisasi, pembentukan kepribadian, penyimpangan dan pengendalian sosial semua sudah mencapai KKM. 

 

13 Seni budaya Menggambar dasar-dasar teknik, dasar-dasar prespektif dan proyeksi serta mengambar benda alam semuanya sudah mencapai KKM
14 Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan Pada permainan bola basket untuk kompetensi melempar, menang-kap,mendribel bola, sudah mencapai KKM, tetapi dalam hal teknik memasukkan bola ke dalam jaring masih perlu latihan intensif. 

 

15 Teknologi Informasi dan Komunikasi Fungsi menu icon, pengelolaan tabel, fungsi HLOOKUP&VLOOKUP sudah mencapai KKM tetapi fungsi IF, MID, LEFT, RIGHT&OR belum mencapai KKM.
16 Keterampilan/Bahasa Asing Memperkenalkan diri sendiri, memperkenalkan orang lain, menyapa, memberi dan menjawab salam sudah mencapai KKM, pelafalan perlu latihan lebih intensif.
B Muatan Lokal
1. Web Desain Mampu membuat sites dg template dan melalukan editing template site dengan baik.

4. Tabel Pengembangan Diri

Kegiatan Pengembangan diri bertujuan untuk memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk mengembangkan dan mengekspresikan diri sesuai dengan kebutuhan, bakat, minat setiap peserta didik sesuai dengan kondisi sekolah. Kegiatan pengembangan diri difasilitasi (dibimbing dan dinilai) oleh konselor, guru, atau tenaga kependidikan yang diberi tugas.

Kegiatan pengembangan diri dapat dilaksanakan antara lain melalui kegiatan pelayanan konseling yang berkenaan dengan masalah diri pribadi dan kehidupan sosial, belajar, dan pengembangan karir peserta didik serta kegiatan pengembangan kreativitas peserta didik baik melalui kegiatan ekstra kurikuler dalam bentuk aktivitas seperti: Kepramukaan, Kelompok Ilmiah Remaja (KIR). Keolahragaan, Kesehatan dll, maupun melalui organisasi/kegiatan sekolah seperti: OSIS atau kegiatan lainnya yang diselenggarakan sekolah (pentas seni, perayaan 17 Agustus, pesantren kilat, kegiatan pemberantasan narkoba dll).

Aspek yang dinilai dalam kegiatan pengembangan diri lebih dominan pada aspek Sikap/Afektif peserta didik, yang difokuskan pada: pencapaian prestasi dan “perubahan sikap/perilaku peserta didik setelah mengikuti kegiatan pengembangan diri yang diselenggarakan oleh sekolah”.

Hasil penilaian yang dicantumkan dalam tabel Pengembangan Diri, berupa deskripsi tentang pencapaian prestasi peserta didik baik dalam mengikuti kegiatan ekstrakurikuler maupun kegiatan/organisasi sekolah. Kriteria penilaian Pengembangan Diri disesuaikan dengan karakteristik program/kegiatan yang diikuti. Sedangkan penilaian untuk kegiatan pelayanan konseling terintegrasi di dalam nilai kepribadian dan akhlak.

Cara pengisian Tabel Pengembangan Diri

Kolom jenis kegiatan, diisi kegiatan yang diikuti oleh masing-masing peserta didik. Kolom keterangan, diisi dengan deskripsi singkat tentang predikat prestasi dan ketercapaian kemampuan baik keterampilan maupun pengetahuan, aktivitas/kegiatan sekolah yang diikuti peserta didik, serta sikap yang ditunjukkan oleh peserta didik selama mengikuti kegiatan dan setelah mengikuti kegiatan pengembangan diri.

Contoh: Pengisian Tabel  Pengembangan Diri

 

No

 

Jenis Kegiatan

Keterangan

A Kegiatan Ekstrakurikuler
1 Olahraga Karate Baik: telah lulus ban kuning. Sikap kompetitif, sportifitas, kedisiplinan dan percaya diri baik
2 Kepramukaan Cukup: dalam baris berbaris dan mengibarkan bendera masih perlu latihan kekompakan, sikap kerjasama perlu ditingkatkan, kedisiplinan baik.
3 Palang Merah Remaja (PMR) Baik: terampil melakukan pernapasan buatan, kedisiplinan dan kerjasama baik.
4 Kelompok Ilmiah Remaja (KIR) Cukup: Penguasaan materi baik, sikap percaya diri dan kemampuan berargumentasi kurang, kerjasma dan kedisiplinan cukup

 

B Keikutsertaan dalam Organisasi/Kegiatan di Sekolah
1 Kepengurusan Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS)  

a. Sekretaris Osis Th. 2006/2007

b. Ketua Osis periode th. 2007/2008
2 Kepengurusan Majelis Perwakilan Kelas (MPK)  

a. Sekretaris MPK Th. 2007/2008

b. dll
3 Kegiatan Khusus  

a.Ketua Panitia Perayaan 17 Agustus Th. 2007

b.PJP Bidang Dakwah pd Pesantren Kilat th. 2007
c.Juara  Olimpiade Matematika Internasional Th. 2007

5. Tabel Penilaian Akhlak Mulia dan Kepribadian

a.     Penilaian akhlak mulia dan kepribadian peserta didik, harus dilaksanakan secara komprehensif dan berkesinambungan, karena kedua komponen dimaksud merupakan salah satu persyaratan kelulusan peserta didik pada akhir jenjang satuan pendidikan. Berkaitan dengan hal dimaksud, dalam Permendiknas Nomor: 20 tahun 2007 tentang Standar Penilaian Pendidikan, telah diatur sebagai berikut:

1)        Penilaian akhlak mulia yang merupakan aspek afektif dari kelompok mata pelajaran agama dan akhlak mulia, sebagai perwujudan sikap dan perilaku beriman dan bertakwa kepada Tuhan YME, dilakukan oleh guru agama dengan memanfaatkan informasi dari pendidik mata pelajaran lain dan sumber lain yang relevan.

2)        Penilaian kepribadian, yang merupakan perwujudan kesadaran dan tanggungjawab sebagai warga masyarakat dan warganegara yang baik sesuai dengan norma dan nilai-nilai luhur yang berlaku dalam kehidupan bermasyarakat dan berbangsa, adalah bagian dari kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dengan memanfaatkan informasi dari pendidik mata pelajaran lain dan sumber lain yang relevan. Hasil penilaian kepribadian sudah termasuk penilaian kelompok mata pelajaran Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan serta kelompok mata pelajaran Estetika.

b. Hasil penilaian Akhlak  Mulia dan Kepribadian dimaksud, diolah dan dianalisis  oleh guru Bimbingan Konseling (BK) yang dirangkum dalam 10 (sepuluh) aspek penilaian yang mencakup: 1) Kedisiplinan, 2) Kebersihan, 3) Kesehatan, 4) Tanggungjawab, 5) Sopan santun, 6) Percaya diri, 7) Kompetitif, 8) Hubungan sosial, 9) Kejujuran, 10) Pelaksanaan ibadah ritual. Penentuan nilai untuk setiap peserta didik, dapat menggunakan CONTOH ASPEK dan INDIKATOR berikut ini:

CONTOH ASPEK DAN INDIKATOR AKHLAK MULIA DAN KEPRIBADIAN

No Aspek Indikator
1 Kedisiplinan 1.1  Datang tepat waktu 

1.2  Mematuhi tata tertib

1.3  Mengikuti kegiatan sesuai jadwal

2 Kebersihan 2.1  Menjaga kebersihan dan kerapihan pribadi  

(rambut, kuku, gigi,  badan, pakaian)

2.2  Menjaga kebersihan dan kerapihan lingkungan (ruang belajar dan halaman a.l. membersihkan dan merapikan ruang belajar, membuang sampah pada tempatya,)

3 Kesehatan 3.1 Tidak merokok dan minum minuman keras 

3.2 Tidak menggunakan Narkoba

3.3 Membiasakan hidup sehat melalui aktivitas

jasmani

3.4 Merawat kesehatan diri.

4 Tanggungjawab 4.1 Tidak menghindari kewajiban 

4.2 Melaksanakan tugas sesuai dengan kemampuan

5 Sopan santun 5.1  Bersikap hormat kepada warga sekolah 

5.2  Bertindak sopan dalam perkataan, perbuatan, dan cara berpakaian

5.3  Menerima nasehat guru

5.4  Menghindari permusuhan dengan teman

6 Percaya diri 6.1  Tidak mudah menyerah 

6.2  Berani menyatakan pendapat

6.3  Berani bertanya

6.4  Mengutamakan usaha sendiri dari pada bantuan

7 Kompetitif 7.1 Berani bersaing 

7.2 Menunjukkan semangat berprestasi

7.3 Berusaha ingin maju

7.4 Memiliki keinginan untuk tahu

8 Hubungan sosial 8.1 Menjalin hubungan baik dengan warga sekolah 

8.2 Menolong teman yang mengalami kesusahan

8.3 Bekerjasama dalam kegiatan yang positif

8.4 Mendiskusikan materi pelajaran dengan guru dan peserta didik lain

8.5 Memiliki toleransi dan empati terhadap prang lain

8.6 Menghargai pendapat orang lain

9 Kejujuran 9.1 Tidak berkata bohong 

9.2 Tidak menyontek dalam ulangan/ujian

9.3 Melakukan penilaian diri/antar teman secara objektif/apa adanya

9.4 Tidak berbuat curang dalam permainan

9.5 Sprotif (mengakui keberhasilan orang lain dan bisa menerima kekalahan dengan lapang dada)

10 Pelaksanaan ibadah ritual 10.1 Melaksanakan sholat/ibadah sesuai agama yang dianut 

10.2 Melakukan puasa (bagi yang beragama Islam) pada bulan Ramadhan

10.3 Memimpin doa.

CATATAN:

Sekolah/Guru (mapel dan BK) dapat mengembangkan Indikator pada setiap aspek sesuai dengan kebutuhan sekolah.

c. Cara Pengisian Tabel Akhlak Mulia dan Kepribadian

Kolom Keterangan, diisi dengan kategori penilaian Sangat Baik, Baik, atau Kurang Baik dan deskripsi tentang sikap/kebiasaan peserta didik yang paling dominan (baik positif maupun negatif), dalam kehidupan sehari-hari di sekolah untuk setiap aspek yang dinilai.

Contoh: Pengisian Tabel Penilaian Akhlak Mulia dan Kepribadian

No Aspek Yang Dinilai Keterangan
1. Kedisiplinan Sangat Baik, tidak pernah terlambat masuk kelas, selalu tepat waktu sesuai jadwal, tidak melanggar peraturan dll.
2. Kebersihan Baik, penampilan sehari-hari rapi dan bersih, selalu menjaga kebersihan dan keindahan kelas.
3. Kerjasama Baik, aktif dalam kegiatan diskusi di dalam/luar kelas, mampu menerima pendpat orang lain, berpartisipasi aktif dalam tugas kelompok.
4. Tanggungjawab Baik, selalu mengerjakan tugas dan menyerahkannya tepat waktu.
5. Kesehatan Sangat baik, tidak merokok/minum minuman keras, tidak menggunakan narkoba, selalu tampil bugar, tidak pernah tidak masuk karena sakit.
6. Sopan santun Baik, menghargai teman sebaya dan orang lain, menghormati dan santun kepada guru, santun dalam berkomunikasi. 

7. Percaya diri Baik, mampu belajar mandiri secara efektif, mampu memecahkan masalah pribadi, tidak mudah terpengaruh hal-hal yang negatif, dan mampu merencanakan karier.
8. Hubungan sosial Baik, suka menolong teman, sering mendiskusikan materi pelajaran dengan guru.
9. Kejujuran Sangat Baik, berlisan apa adanya, sportivitas tinggi, selalu menepati janji dan dapat dipercaya, mampu menilai sesuatu secara objektif.
10. Pelaksanaan ibadah ritual Sangat Baik, menjalankan perintah agama dengan tertib, sholat dhuha di musolla sekolah pada waktu istirahat, sering memimpin doa pada acara peringatan hari besar Islam di sekolah.

6.     Tabel Ketidakhadiran

Kolom keterangan pada tabel  ketidakhadiran peserta didik diisi dengan lama waktu (hari, jam atau satuan waktu lainnya).

Contoh: Pengisian Tabel Ketidakhadiran

Alasan Ketidakhadiran Keterangan
Sakit 5 hari
Izin 3 hari
Tanpa Keterangan 7 hari

IV. KALENDER PENDIDIKAN

Kalender pendidikan adalah pengaturan waktu untuk kegiatan pembelajaran peserta didik selama satu tahun ajaran. Kalender pendidikan mencakup  permulaan tahun ajaran, minggu efektif belajar, waktu pembelajaran efektif dan hari libur.

Setiap permulaan tahun pelajaran, tim penyusun program di sekolah menyusun kalender pendidikan untuk mengatur waktu kegiatan pembelajaran selama satu tahun ajaran yang mencakup permulaan tahun pelajaran, minggu efektif belajar, waktu pembelajaran efektif dan hari libur. Pengaturan waktu belajar di sekolah/madrasah mengacu kepada Standar Isi dan disesuaikan dengan kebutuhan daerah, karakteristik sekolah/madrasah, kebutuhan peserta didik dan masyarakat, serta ketentuan dari pemerintah/pemerintah daerah.

Beberapa aspek penting yang menjadi pertimbangan dalam menyusun kalender pendidikan sebagai berikut:

–        permulaan tahun pelajaran  adalah waktu dimulainya kegiatan pembelajaran pada awal tahun pelajaran pada setiap satuan pendidikan. Permulaan tahun pelajaran telah ditetapkan oleh Pemerintah yaitu bulan Juli setiap tahun dan berakhir pada bulan Juni tahun berikutnya.

–        minggu efektif belajar adalah jumlah minggu kegiatan pembelajaran  untuk setiap tahun pelajaran. Sekolah/madrasah dapat mengalokasikan lamanya minggu efektif belajar sesuai dengan keadaan dan kebutuhannya.

–        waktu pembelajaran efektif adalah jumlah jam pembelajaran setiap minggu, meliputi jumlah jam pembelajaran untuk seluruh matapelajaran termasuk muatan lokal, ditambah jumlah jam untuk kegiatan pengembangan diri.

–        waktu libur adalah waktu yang ditetapkan untuk tidak diadakan kegiatan pembelajaran terjadwal. Hari libur sekolah/madrasah ditetapkan berdasarkan Keputusan Menteri Pendidikan Nasional, dan/atau Menteri Agama dalam hal yang terkait dengan hari raya keagamaan, Kepala Daerah tingkat Kabupaten/Kota, dan/atau organisasi penyelenggara pendidikan dapat menetapkan hari libur khusus.

–        waktu libur dapat berbentuk jeda tengah semester, jeda antar semester, libur akhir tahun pelajaran, hari libur keagamaan, hari libur umum termasuk hari-hari besar nasional, dan hari libur khusus.

–        libur jeda tengah semester, jeda antarsemester, libur akhir tahun pelajaran digunakan untuk penyiapan kegiatan dan administrasi akhir dan awal tahun.

–        sekolah/madrasah-sekolah pada daerah tertentu yang memerlukan libur keagamaan lebih panjang dapat mengatur hari libur keagamaan sendiri tanpa mengurangi jumlah minggu efektif belajar dan waktu pembelajaran efektif.

–        bagi sekolah/madrasah yang memerlukan kegiatan khusus dapat mengalokasikan waktu secara khusus tanpa mengurangi jumlah minggu efektif belajar dan waktu pembelajaran efektif.

–        Hari libur umum/nasional atau penetapan hari serentak untuk setiap jenjang dan jenis pendidikan disesuaikan dengan Peraturan Pemerintah Pusat/Provinsi/Kabupaten/Kota.

SEMESTER 1
Hari JULI 09 Hari AGUSTUS 09 Hari SEPTEMBER 09
Ahad 5 12 19 26 Ahad 2 9 16 23 30 Ahad 6 13 20 27
Senin 6 13 20 27 Senin 3 10 17 24 31 Senin 7 14 21 28
Selasa 7 14 21 28 Selasa 4 11 18 25 Selasa 1 8 15 22 29
Rabu 1 8 15 22 29 Rabu 5 12 19 26 Rabu 2 9 16 23 30
Kamis 2 9 16 23 30 Kamis 6 13 20 27 Kamis 3 10 17 24
Jum’at 3 10 17 24 31 Jum’at 7 14 21 28 Jum’at 4 11 18 25
Sabtu 4 11 18 25 Sabtu 1 8 15 22 29 Sabtu 5 12 19 26
1-11 Juli 2008 : Libur TP. 08-09/ PMB 21 – 22 Agustus 2009 : Libur Awal   Ramadhan
13 Juli 2009 : Awal Belajar TP.09-00 14 -19  September 2009 : Libur  Akhir   Ramadhan
20 Juli 2009 : Isro ‘Mi’roj Nabi Muhammad SAW 21 – 26 September 2009 : Libur Idul Fitri 1430                H
17 Agustus 2009 : HUT Proklamasi Kemerdekaan RI
Hari OKTOBER 09 Hari NOPEMBER 09 Hari DESEMBER 09
Ahad 4 11 18 25 Ahad 1 8 15 22 29 Ahad 6 13 20 27
Senin 5 12 19 26 Senin 2 9 16 23 30 Senin 7 14 21 28
Selasa 6 13 20 27 Selasa 3 10 17 24 Selasa 1 8 15 22 29
Rabu 7 14 21 28 Rabu 4 11 18 25 Rabu 2 9 16 23 30
Kamis 1 8 15 22 29 Kamis 5 12 19 26 Kamis 3 10 17 24 31
Jum’at 2 9 16 23 30 Jum’at 6 13 20 27 Jum’at 4 11 18 25
Sabtu 3 10 17 24 31 Sabtu 7 14 21 28 Sabtu 5 12 19 26
5 -17 Oktober 2009 

 

: Masa Mid Semester Ganjil 3 – 11 Desember 2009 : UAS Semester   Ganjil
27 – 30 Nopember 2009 : Hari Raya Idul Adha 12 – 17 Desember 2009 

 

: Masa Remidial
dan Pelaksanaan Qurban dan Pengolahan   Nilai
18 Desember : Tahun Baru Hijrah
19 Desember : Pembagian Raport
25 Desember : Hari Natal
21 – 31 Desember : Libur Semester   I 

 

by  mr.jens
SEMESTER 2
Hari JANUARI 00 Hari PEBRUARI 00 Hari MARET 00
Ahad 3 10 17 24/31 Ahad 7 14 21 28 Ahad 7 14 21 28
Senin 4 11 18 25 Senin 1 8 15 22 Senin 1 8 15 22 29
Selasa 5 12 19 26 Selasa 2 9 16 23 Selasa 2 9 16 23 30
Rabu 6 13 20 27 Rabu 3 10 17 24 Rabu 3 10 17 24 31
Kamis 7 14 21 28 Kamis 4 11 18 25 Kamis 4 11 18 25
Jum’at 1 8 15 22 29 Jum’at 5 12 19 26 Jum’at 5 12 19 26
Sabtu 2 9 16 23 30 Sabtu 6 13 20 27 Sabtu 6 13 20 27
1 Januari 2010 : Tahun Baru Masehi 2010 25 – Pebruari 2010 : Maulid Nabi Muhammad SAW
2 Januari 2010 : Libur Semester I 8-13 Maret 2010 : Masa Mid Semester Kls X & XI
3 Januari 2010 : Hari Amal Bhakti DEPAG dan Try Out Kls XII
4 Januari 2010 : Hari Pertama Semester Genap 16 Maret 2010 : Hari Raya Nyepi
22 – 27 Maret 2010 : Ujian Praktik Kelas XII
Hari APRIL 00 Hari MEI 00 Hari JUNI 00
Ahad 4 11 18 25 Ahad 2 9 16 23 30 Ahad 6 13 20 27
Senin 5 12 19 26 Senin 3 10 17 24 31 Senin 7 14 21 28
Selasa 6 13 20 27 Selasa 4 11 18 25 Selasa 1 8 15 22 29
Rabu 7 14 21 28 Rabu 5 12 19 26 Rabu 2 9 16 23 30
Kamis 1 8 15 22 29 Kamis 6 13 20 27 Kamis 3 10 17 24
Jum’at 2 9 16 23 30 Jum’at 7 14 21 28 Jum’at 4 11 18 25
Sabtu 3 10 17 24 Sabtu 1 8 15 22 29 Sabtu 5 12 19 26
2 April  2010 : Wafat Isa Al Masih 3- 10 Juni 2010 : Masa Remidial dan Class      Meeting
19-23 April 2010 : Perkiraan UN  Utama 19 Juni 2010 : Pembagian Raport Semester   Genap
26-30 April 2010 : Perkiraan UN  Susulan 21 – 30 Juni 2010 : Libur Semester   Genap
2 Mei 2010 : Hari Pendidikan Nasional
3 -8  Mei 2010 : Perkiraan Ujian Madrasah

Kepala MAN 1 Metro

10  – 15  Mei 2010 :  Perkiraan Ujian    Madrasah Susulan
13  Mei 2010 : Kenaikan Isa Almasih
28  Mei 2010 : Hari Raya Waisak Drs. H. MOH. LUTHFIE’ AZIZ HF
3- 10 Juni 2010 : UAS Semester Genap NIP. 195508201979031001

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: